MUARO JAMBI – Sempat diunggah ke media sosial lantaran tidak mendapatkan pelayanan dari RSUD Ahmad Ripin, kondisi rumah sakit plat merah ini nyatanya memang, kekurangan tenaga medis. Polemik ini, harus segera diperhatikan sebelum ada lagi pasien yang pulang lantaran tidak adanya dokter spesialis.
Mendapat tanggapan dari Dr. Ilham Direktur RSUD Ahmad Ripin yang membenarkan bahwa ada pasien yang pulang sebelum mendapat perawatan pada saat itu. Akan tetapi, ia membantah bila pihak RSUD Ahmad Ripin tidak melakukan pelayanan terhadap pasien tersebut.
“Pasien sudah dilayani, ia mendaftar menggunakan BPJS. Ketika di cek, teryata BPJS nya sudah tidak aktif. Jadi pihak RSUD menawarkan pakai pendaftaran umum saja, tapi pasien tidak mau dan keluarga pasien marah marah kemudian tidak lama kemudian pulang sendiri,” sebutnya.
Kemudian, ia juga mengakui bila pada saat pasien mendaftar memang tidak ada dokter spesialis saraf yang datang, “Dokter spesialisnya terlambat, seharusnya sudah harus masuk jam 9.00 wib pagi, tapi hingga jam 12.00 siang dokter tersebut belum datang,” ucapnya.
Terkait terlambatnya dokter tersebut, sudah ia lakukan teguran secara lisan dan akan memberikan sangsih bila dokter tersebut masih mengulangi perbuatannya.
“Bila mengulangi akan ada sanksi tegas buat dokter tersebut,” ujarnya.
Dirut menambahkan, hal ini terjadi lantaran kurangnya dokter dokter spesialis di RSUD Ahmad Ripin, yang membuat pekerjaan dokter yang ada menjadi double ekstra, dan mempengaruhi pelayanan pengobatan terhadap pasien.
“Yang saat ini kurang dokter spesialis adalah bagian, bedah, penyakit dalam, anak dan obgin. Sementara ini di empat bagian tersebut baru memiliki satu dokter spesialis saja. Idealnya dua orang dokter spesialisi di setiap bagian tersebut.” terangnya.
Dilanjutkannya, sebenarnya kekurangan dokter spesialis ini bisa dianulir bila ajuan penambahan dokter spesialis tersebut disetujui oleh pemkab Muarojambi. “Tapi karena kita tidak punya anggaran ya mau bagaimana lagi.” pungkasnya. (Din)
