JAMBI – Meskipun dipandang sebelah mata oleh Pemerintah Provinsi Jambi, ternyata tak membuat Atlet Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) Provinsi Jambi berputus asa. Hal ini tampak dari raihan yang mereka dapat pada Event Kejuaraan Dunia Arung Jeram yang berhasil meraup 11 medali.
Ketua Pengurus Provinsi FAJI Jambi Pontan Sitanggang mengatakan, keberhasilan atlet Jambi pada Kejuaraan Dunia yang dilaksanakan di Silokek, Sijunjung Sumatera Barat sejak tanggal 10-15 November lalu, sungguh diluar prediksi.

Pasalnya, kata Pontan, lawan yang mereka hadapi adalah atlet arung jeram berkelas atau profesional semua.
“Sebenarnya Kejuaraan dunia awalnya kita berfikir yang penting atlet kita dapat pengalaman dikancah internasional saja tapi ternyata diluar prediksi kita mendapatkan 11 medali, 6 perak dan 5 perunggu,” ungkap Pontan Sitangang, Minggu (17/11/2019).
Sedangkan di Kejurnas Kerinci yang diikuti 58 tim dari 14 Provinsi di Indonesia, lanjutnya, FAJI Jambi hanya mendapatkan 5 medali yaitu 2 Perak dan 3 Perunggu.
“Atlet atlet nasional pun sempat kaget, karena di Kejurnas hanya mendapatkan 5 medali dan di kejuaraan Dunia malah bisa mendapatkan lebih,” tambahnya.
Hal senada juga disampaikan Dewan Pembina FAJI Jambi, Edi Candra. Selaku pelatih tim Arung Jeram Jambi, ia sangat senang sekali dengan perolehan yang luar biasa dari para atlet di Kejuaraan Dunia yang diikuti 4 negara tersebut yakni Indonesia, Malaysia, Cekoslovakia, Ceko.
“Alhamdulillah setiap malam naik podium, diluar dugaan sih diluar prediksi. Pasti capek kemarin habis kejurnas ditantang untuk ikut kejuaraan dunia ternyata atlet kita mampu beradu kemampuan dengan kawan kawan kelas dunia,” ungkap Edi dengan wajah senang.
Kedepan, Edi pun berharap mendapatkan perhatian dari pemerintah daerah dalam hal pembinaan para atlet.
“Untuk Pemda Jambi sendiri kami belum ada dapat komentar apapun, mungkin belum dapat perkembangan informasi. Kebetulan kita juga baru hadir kemarin dari padang,” ungkapnya.
“Mudah-mudahan melalui pengurus FAJI Jambi bisa memberikan laporan kepada dinas terkait.Ternyata putra putri Jambi bisa berbicara dikanca internasional melalui kejuaraan arung jeram tingkat dunia,” Ujar Edi Chandra.
(Wandi)
