MUARO JAMBI – Kabar mengejutkan datang dari Bumi Sailun Salimbai, Rabu (26/4) siang. Anggota DPRD Muaro Jambi, Samsul Bahri dipukul salah satu seorang petugas di Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Holtikultural Kabupaten Muaro Jambi. Diduga, kejadian tersebut dipicu pengadaan paket jaring.
Hal ini didapati awak media lewat postingan Facebook dengan akun Jhoni Indko. Lewat media sosialnya, Jhoni menuliskan adanya perkelahian di instansi pemerintah itu.
“Muaro jambi menangis…..hari ini tgl 26 april 2017 anggota DPRD KAB.MAJAMBI berinisial SB berkelahi dg inisial Al di dinas pertanian kab ma.jambi di ruang kabit pak lufti…..gara2 pengadaan paket jaring untuk 5 kec yg jadi rebutan….” tulisnya.
Baca Lagi : Belum Ada Laporan Pemukulan Dewan, Tapi Ketua BK Bilang Begini
Berbagai komentar netizen menanggapi kejadian yang berlangsung sekitar pukul 14.00 Wib itu. Netizen menyayangkan kejadian tersebut. Salah satunya dari tanggapan akun Pak Hanii
“Mantap..biasonyo pake ronde ke duo tu….” tulisnya.
Berita Lain : Pria Ini Banting Setir, Dari Assisten Direktur Jadi Penjual Roti Beromzet Rp 270 Juta/Bulan
Penelusuran awak media, diduga kuat kejadian dipicu perebutan jatah proyek. Sementara dikutip dari Halojambi.id terkait hal ini, Kapolsek Sekernan melalui Kanit Reskrim, Iptu Hasan juga membenarkan bahwa Polsek Sekernan menerima laporan dari Samsul Bahri atas kasus pemukulan tersebut.
“Beliau melapor ke Polsek Sekernan sekitar jam 14.00 wib tadi, (red kemarin) atas pemukulan terhadap dirinya di Dinas Pertanian,” sebutnya.
Kronologi pemukulan tersebut, sambungnya, menurut laporan dari korban mengatakan, Ia diserang tiba – tiba oleh pelaku dari arah belakang tidak tanpa tau penyebabnya.
Berita Menarik : Sim Salabim, Jembatan Ini Dibangun Pemprov Setelah Dibatalkan Pemkab Merangin
“Untuk sementara laporan yang baru kami terima seperti itu, sepertinya saat ini, pelapor masih terkesan menutup – menutupi akan kejadian tersebut, apa alasannya, saya sendiri juga tidak tahu,” ujarnya.
Masih dikatakan Kanit, untuk sementara ini untuk perkembangan lebih jauh dari laporan tersebut masih dalam proses penyelidikan oleh Polsek Sekernan.
