BATANGHARI – Baru-baru ini Muaro Bulian dihebohkan oleh oleh SPBU 24.366.17, yang diduga kerap kali mengurangi takaran pengisian terhadap pengendara.
Hal ini disampaikan oleh L, pedagang yang setiap harinya mengisi minyak di SPBU Muaro Bulian, yang tidak ingin namanya disebut.
Baca juga : Minyak Sawit Bisa Diolah Jadi Pertamax, Ini Buktinya
Baca juga : Ribuan Liter Solar Dari Musi Banyuasin, Diamankan Polres Muarojambi
Baca juga : Diduga Pakai Minyak Bayat, Mobil Alat Berat UPTD ALKAL Sering Alami Kerusakan
L mengatakan bahwa ia seringkali mengisi minyak di SPBU itu, dengan takarannya liternya kurang dari yang di beli.
“Iyo bang, sayo sering ngisi minyak di SPBU itu takarannyo kurang. Kalo isi 10 liter, yang sayo dapat cuma 9 liter setengah,” kata L menggunakan bahasa daerahnya saat dikonfirmasi, Rabu (29/01/2020) malam.
Baca juga : Harga Minyak Naik ke Tertinggi Hampir 2 Dulan
Baca juga : Gegara Kedelai, Harga Minyak Sawit Kembali Melemah, Ini Rinciannya
Baca juga : Sebut Fungsi SPBU Sudah Tak Semestinya, Bupati : Distributor Bagi Pengetap
Selain menemukan jumlah liternya yang kurang, Ia pernah mendapati minyak solar dengan kualitas jelek, ketika mengisi di SPBU 24.366.17 tersebut.
“Kadang tu ngisi minyak solar, dapatnyo minyak busuk (minyak bayat),” jelasnya.
Oleh karena itu, ia berharap kepada pihak terkait, dalam hal ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Batanghari, dan juga Pertamina Jambi untuk mengambil tindakan, agar SPBU ini tidak merugikan warga lebih banyak lagi. (Red)
Baca juga : Tahun Ini, 4 Pembangkit PLN Pakai 100 Persen Minyak Sawit
Baca juga : Pelangsir BBM di SPBU Sungai Misang Dirazia
Baca juga : Gubernur Bilang Stok BBM Aman, Tapi…
Lihat video viral : Klik Disini
