Didampingi Syahirsah, Segini Jumlah Zakat Yang Disalurkan Baznas Batanghari

BATANGHARI – Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Batang Hari menyalurkan zakat kepada 5.141 orang Mustahiq (orang yang berhak menerima) di daerah itu dengan jumlah dana sebanyak Rp 1,55 miliar.

“Penyaluran zakat tersebut dibagi dalam dua tahap, tahap pertama ada 4.476 mustahiq dan tahap kedua ini ada 665 orang mustahiq,” kata Ketua Baznas Kabupaten Batang Hari Baihaqi Syam, di Muarabulian.

Mustahiq yang menerima zakat dari Baznas tersebut, dibagi dalam beberapa golongan. Pertama, golongan umum yang terdiri dari fakir dan miskin yang berjumlah 2.294 orang. Selanjutnya, mustahiq di sekolah dan madrasah yang terdiri dari 2.847 orang.

Jumlah zakat yang diterima Mustahiq tersebut setiap golongannya berbeda. Untuk Mustahiq yang tergolong fakir akan menerima zakat sebesar Rp350 ribu, dan Mustahiq yang tergolong miskin akan menerima zakat sebesar Rp300 ribu.

Pada tahun 2017 yang lalu, zakat yang dihimpun Baznas daerah itu jumlahnya mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Zakat yang berhasil dihimpun di tahun 2017 berjumlah Rp 1,82 miliar, sementara pada tahun 2016 zakat yang di himpun berjumlah Rp1,45 miliar.

Sementara untuk Infaq yang di himpun mengalami penurunan, pada tahun 2017 jumlah Infaq yang berhasil dihimpun oleh Baznas berjumlah Rp 101,4 juta, dan pada tahun 2016 berjumlah Rp 177,43 juta.

Bupati Batang Hari Syahirsah mengatakan, meski jumlah zakat yang berhasil di himpun mengalami kenaikan, namun dari segi jumlah zakat yang diterima oleh Mustahiq tersebut tidak mengalami penambahan. Hal itu dikarenakan jumlah penerima zakat tersebut juga mengalami peningkatan.

“Oleh karena itu saya mengetuk pintu hati orang-orang yang di berikan rezeki yang berlebih untuk dapat menyalurkan zakatnya melalui Baznas Kabupaten Batanghari,” kata Bupati Syahirsah.

Selain menyalurkan bantuan zakat untuk Mustahiq di daerah itu, Baznas Kabupaten Batang Hari juga memberikan bantuan berupa biaya pendidikan kepada putra dan putri daerah yang menjalani pendidikan di luar negeri seperti Sudan dan Mesir.

“Cita-citanya Kabupaten Batang Hari kedepan memiliki ulama per jurusan. Seperti ahli tafsir, hadis, dan tauhid,” pungkas Baihaqi. (Akr)

You cannot copy content of this page