SAROLANGUN – Dengan beredar informasi dari Media Sosial (Medsos) ada Percobaan penculikan anak di Desa Ujung Tanjung Kecamatan Sarolangun beberapa hari yang lalu, sempat membuat Bumi Sepucuk Adat Serumpun Pseko menjadi Heboh. Bahkan Kepala Desa Ujung Tanjung, Paisol harus turun tangan dengan mengantar seseorang yang dianggap sebagai pelaku ke kantor Polisi Sektor (Polsek) Kota Sarolangun.
Usut punya usut, ternyata Informasi tersebut Hoax. Orang yang diantar ke kantor Polisi, merupakan seorang yang tidak waras. Maka dari itu Polres Sarolangun kembali menghimbau kepada Masyarakat agar tidak ikut meyebar luaskan informasi tersebut.
Terlihat dari postingan Akun facebook milik Polres menghimbau untuk Masyarakat khususnya Masyarakat Sarolangun agar tidak termakan dengan informasi yang belum jelas kebenarannya atau HOAX.
“Kejadian yang terjadi pada hari Senin (05/11/18) di Desa Ujung Tanjung Kecamatan Sarolangun Kabupaten Sarolangun adanya masyarakat mengamankan 1 orang laki yang Tidak dikenal berinisial SG (32) yang berasal dari Jawa Timur ini telah beredar kabar akan melakukan penculikan anak, namun Semua itu TIDAK BENAR / HOAX,” tulis akun Polres Sarolangun.

Seorang laki-laki berinisial SG (32) yang diduga telah mengalami gangguan jiwa atau gila yang berkeliaran di daerah Sarolangun dan saat itu diamankan oleh Warga Desa Ujung Tanjung Kecamatan Sarolangun karena tidak memiliki identitas yang jelas.
Dari hasil introgasi Anggota Polsek Sarolangun, SG (32) tidak dapat menjawab pertanyaan dari petugas serta diduga memiliki gangguan jiwa. Polsek Sarolangun sedang berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan Rumah Sakit Jiwa untuk melakukan pemeriksaan kepada SG (32).
Sampai saat ini tidak ada warga yang melaporkan kejadian terkait penculikan anak.
“SARING SEBELUM SHARING, BIJAK MENGGUNAKAN MEDIA SOSIAL
JANGAN SAMPAI ANDA TERJERAT UU IT.” tulis akun Polres di medsos.
Sementara Itu Kades Paisol juga mengklarifikasi persoalan itu di medsosnya.
“Saya paisol kepala desa ujung tanjung menyatakan bahwa orang yang di amankan warga di desa ujung tanjung kecamatan sarolangun dan di serahkan ke polsek sarolangun, ini bukan pelaku penculikan anak, ini murni berita HOAX, melainkan orang kurang ingatan alias kurang waras, dan sampai saat ini tidak ada warga yang menjadi korban penculikan, sekian terima kasih.” tulis Paisol
Sisi lain, dengan berkembangnya isu penculikan anak itu terlihat di Sekolah Dasar (SD) 86 Sarolangun mendadak ramai dengan kehadiran orang tua murid. Mereka datang guna untuk menjemput anak mereka. Padahal sebelumnya, terlihat biasa saja, namun Selasa (06/11) menjadi ramai. (Ajk)
