Dewan Minta Perusahaan Batubara Sinergi Jalur Khusus

BERITA JAMBI – Terkait polemik angkutan Batubara di Jambi, anggota Dewan Provinsi Jambi minta perusahaan bersinergi soal pembangunan jalur khusus.

Sebagaimana diketahui, truk pengangkut batubara kini santer dibicarakan. Betapa tidak, belakangan ini tim Kepolisian bersama Dinas Perhubungan Provinsi Jambi, gencar melakukan penindakan hukum terkait angkutan tersebut.

Baca juga : PPP Jambi Tancapkan Beberapa Target Politik

Hal ini disinyalir, masih maraknya pelanggaran jam operasional hingga persoalan tonase. Lalu, kendaraan roda enam itu juga, kerap tercatat terlibat kecelakaan lalu lintas, sampai-sampai memakan korban jiwa.

Atas polemik tersebut, beberapa waktu lalu juga, penindakan hukum gencar dilakukan oleh Dinas Perhubungan bersama pihak Kepolisian.

Tercatat, setidaknya terdapat sekitar 100 kendaraan yang dikenakan sanksi tilang. Tak hanya itu, sanksi pengandangan 4 unit truk yang tak memiliki surat menyurat, alias bodong juga ditindak oleh kepolisian.

Sampai-sampai, polemik angkutan batubara tersebut, mengundang aksi demonstrasi oleh mahasiswa di Gedung DPRD Provinsi Jambi belum lama ini.

Beberapa Opsi Jalur Khusus

Menanggapi hal itu, Dewan dari PAN ini menegaskan, polemik angkutan batubara tidak akan berakhir tanpa jalur khusus. Apalagi selagi masih melalui jalur umum, maka tak akan menemui titik terang.

Ketua DPD PAN Kota Jambi ini menambahkan, terdapat beberapa solusi jalur khusus angkutan batubara. Dimulai dari menggunakan jalur sungai, kereta api hingga jalan darat.

“Ada beberapa alternatif yang bisa dilakukan, memang kita akui chostnya tinggi. Misalnya, jalur sungai yang paling efektif. Tapi, lagi-lagi sungai kita banyak yang dangkal. Tentu, revitalisasinya juga biayanya mahal,” ungkapnya, Rabu (10/11/2021).

Jalan Darat Paling Memungkinkan, Menanti Peran Perusahaan

Kendati demikian, Ia mengakui, dengan postur APBD Provinsi Jambi saat ini, dinilai belum mampu untuk merealisasikan hal tersebut. Belum lagi, di tengah Pandemi Covid-19 Pemprov fokus pada pemulihan ekonomi.

“Melalui jalur kereta api ideal juga. Tapi, kembali lagi, investasinya luar biasa juga, tidak mampu kita. Yang paling mampu, kita membangun jalan raya untuk angkutan batubara,” tambahnya.

Tak ayal, guna menyelesaikan persoalan yang telah berlarut-larut tersebut, Rusli menekankan adanya sinergitas pihak perusahaan, terkait dengan pembangunan jalur khusus.

Solusi yang paling memungkinkan yakni, adanya jalur khusus via darat. Selain efisiensi anggaran, juga akan memberi kesempatan bekerja bagi para supir.

Lihat juga video : Saling Lempar Gas Air Mata, Demo di Jambi Ricuh

Namun, bilangnya, untuk mewujudkannya dibutuhkan sumbangsi dari pihak perusahaan. Sehingga, terjalin sebuah hubungan yang saling menguntungkan.

“Pemerintah, tidak bisa sendiri memperjuangkannya. Tentu, harus bersama investor juga. Siapa investornya, ya dia yang bermain batubara ini. Kita ketahui, ini juga kepentingan mereka kan. Hal ini, harus kita dudukkan, selagi belum ada jalur khusus, polemik ini tidak akan berakhir.” tutupnya. (Tr01)

 

Redaksi Dinamika Jambi

Kontak kami di 0822 9722 2033