Dewan Minta Pemprov Jambi Bikin Aplikasi Lowongan Kerja

BERITA JAMBI – Guna atasi pengangguran pasca dampak dari lonjakan angka Covid-19 beberapa bulan lalu. Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Jambi, Dewan Budi Yako minta Pemerintah Provinsi ciptakan aplikasi lowongan kerja.

Budi Yako menuturkan, lonjakan kasus Covid-19 sejak tahun 2020 hingga 2021 lalu, turut membawa dampak pengurangan tenaga kerja di Provinsi Jambi.

Namun, memasuki pertengahan tahun 2022 ini, bilangnya, Provinsi Jambi mesti pulih dari efek domino Pandemi Covid-19, diantaranya pemulihan ekonomi, kesejahteraan hingga ketenagakerjaan.

Baca Juga : Lucunya Sidak Wali Kota Bogor, Videoin Tukang Bangunan Tertidur

Terkhusus pada sektor ketenagakerjaan, Budi meminta, Pemprov Jambi untuk lebih maksimal menekan laju pengangguran. Dimulai dari gencar lakukan pelatihan, hingga pemetaan lapangan pekerjaan di Jambi. Hal itu dapat dicapai, salah satunya melalui Aplikasi berbasis online, yang dikelola oleh Pemprov.\

Dewan Pemprov Jambi Minta Aplikasi Lowongan Kerja

“Semestinya harus ada Aplikasi atau Website, bagi para pencari kerja di Jambi. Itu bisa diciptakan, melalui kerja sama antara Diskominfo dan Disnaker. Kita tidak boleh kaku, harus dinamis dengan perkembangan teknologi,” ungkapnya, Selasa (28/06/2022).

Dengan demikian, para pencari kerja dapat mengakses informasi lowongan kerja dengan terverifikasi. Tak putus sampai disitu, Pemprov juga mesti menekankan pada seluruh perusahaan, untuk memprioritaskan penyerapan tenaga kerja lokal.

“Kita melihat, lowongan-lowongan kerja itu rentan dengan hoaks. Bahkan, sampai ada yang ketipu dengan modus refund tiket, dan lain sebagainya. Dengan aplikasi itu, bisa terverifikasi oleh pemerintah, selaku yang mengelola. Begitu juga dengan perusahaan, wajib lapor ke pemerintah, ketika membuka lowongan,” tambahnya.

Jumlah Lulusan

Lebih lanjut, Politisi Partai Gerindra ini menjelaskan, lulusan SMA maupun Strata I di Jambi dinilai tinggi. Salah satunya di Universitas Jambi, sambungnya, per tahun mampu mencetak berkisar 4.500 Wisuda/i. Lantas, ke mana persebaran kerja para lulusan tersebut?

“Itu baru Universitas Jambi, belum lagi kampus-kampus swasta dan SMA/SMK,” tegasnya.

Menjawab pertanyaan tersebut, Ia meminta Pemerintah Provinsi Jambi, untuk gencar melakukan pelatihan bagi para angkatan kerja. Ia gelisah, apabila angkatan kerja lokal Jambi, tak mampu bersaing dengan lulusan-lulusan dari luar provinsi.

“Sebenarnya, itu sudah menjadi kegelisahan dari beberapa tahun lalu. Kita ambil contoh di sektor infrastruktur, banyak dipakai tenaga dari luar saat ini. Artinya, pelatihan-pelatihan harus optimal, modern dan wirawasta.” jelasnya.

(Rpa)

redaksi

Kontak kami di 0822 9722 2033 Email : Erwinpemburu48@gmail.com Ikuti Kami di Facebook, Instagram dan YouTube