TANJABBAR – Sejak tiga bulan terakhir ini, ratusan Kades dan perangkat desa di Kabupaten Tanjabbar mengeluhkan, lantaran belum menerima honor.
Hal tersebut, dampak dari belum cairnya Dana Desa(DD) yang dikucurkan untuk setiap desa. Baik dari anggaran Pemerintah Kabupaten, maupun dari dana pusat.
Baca juga : Pemerintah Sunat 59 Triliun Dana Desa Tangani Corona
Baca juga : Sekdes di Tanjabbar Bersuami 2, Kades : Sudah Saya Peringatkan
Buktinya, dari 114 desa yang ada di Kabupaten pesisir ini, dengan total Anggaran Dana Desa 109 milyar. Baru tiga yang mendapatkan kucuran dana desa.
Dikatakan Saiful Rohman Kepala Desa (Kades) desa Bram Itam Kanan, Kecamatan Bram Itam mengaku, memang sampai saat ini Dana Desa
Belum ada kabar kapan akan dicairkan.
“Belum ada kepastian dana itu masuk ke rekening desa, hingga bulan ke tiga ini.” Keluh Saiful, Sabtu (21/3/20)
Ia menambahkan, akibat belum dikucurkannya dana desa ini, sangat berpengaruh dan menghambat kinerja Pemerintah Desa.
“Saya tidak tahu keterlambatan ini dimana? Sedangkan untuk APBDes sudah sempurna, sudah siap semua. Tidak ada kendala lagi dan memang sudah selayaknya untuk di cairkan,” ungkapnya.
Dampaknya, kata Kades hingga saat ini Staf Desa dan RT belum bisa menerima gaji maupun honornya.
“Kami menunggu Dana Desa itu di cairkan, karena untuk menunjang pekerjaan yang ada di pemerintahan desa. Terutama segi operasional,” terangnya.
Lihat juga video : UPL UNJA Terbakar
“Kita sementara ini, terpaksa harus di Tanggulangin pakai dana pribadi, untuk membeli keperluan administrasi kantor dan rapat rapat di kantor desa,” tandasnya. (hry)
