Sekdes di Tanjabbar Bersuami 2, Kades : Sudah Saya Peringatkan

Sekdes di Tanjabbar Bersuami 2, Kades : Sudah Saya Peringatkan

Berita Daerah Berita Viral

TANJABBAR – Kasus Sekdes di Tanjabbar yang diduga bersuami dua, terus menjadi perbincangan hangat masyarakat setempat. Hal ini pun membuat Kepala Desa (Kades) angkat bicara.

Bagaimana tidak, Sekretaris Desa (Sekdes) di Tanjabbar yang bernama lengkap Mey Yunida Nur Fitri, diketahui sudah bersuami, namun diam-diam menikah lagi secara siri dengan suami orang.

Tanggapan Kades

Menanggapi hal tersebut Kepala Desa (Kades) Bram Itam Kanan Saiful Rohman, membenarkan bahwa Sekdes bernama Mey Yunita itu, memang sudah menikah dengan seorang pria beristri.

“Iya memang benar, Sekdes saya telah menikahi suami orang.” Tegas kades. Senin (24/2/20).

Baca juga ; Dugaan Sekdes Bersuami 2 di Tanjabbar, Bikin Heboh Warganet

Kabar pernikahan secara siri ini, kata kades sempat membuat dirinya terkejut. Dikarenakan ada perangkat desanya telah berbuat kesalahan, dan mencemarkan nama baik desa yang dipimpinnya.

“Kita akui, perbuatan sekdes ini sudah salah, baik Dimata Masyarakat Bram Itam maupun secara kedisplinan pemerintah,” Sebutnya.

“Terus terang saya belum begitu jauh pengetahuin hal ini, nikah nya seperti apa, siri atau tidak itu masyarakat dan BPD lah yang lebih tahu, saya sebagai kades hanya membenarkan ini terjadi.” Tuturnya.

Disinggung apa tindakan ia selaku kades mendanggapi terjadi permasalahan ini?

Dirinya mengungkapkan pada awal kejadian ini, ia sempat menegur sekdes nya agar sementara waktu jangan masuk kantor dulu, demi menghindari gejolak di masyarakat.

“Namun seminggu yang lalu tanpa ada perintah saya dianya(Sekdes), tetap masuk kantor. Padahal saya cuma menegur bukan memberhentikan, karena apa saya memerintah kan agar dia berdiam diri dulu terkait persoalan ini, saya hanya takut bakal timbul gejolak dimasyarakat.” Ucapnya.

Terkait masalah ini, Ungkap kades dirinya sudah mendapatkan surat pernyataan semacam teguran, dari masyarakat melalui BPD agar segera mengambil tindakan untuk permasalahan sekdes ini.

“Secara langsung surat permintaan dari masyarakat sudah saya tindaklanjuti, sesuai dengan jalurnya, dengan berkordinasi kepihak Kecamatan. Namun sebelum ada surat tersebut kita juga sudah melakukan rapat dikantor desa, sayangnya upaya dari permasalahan ini belum menemukan titik terang.” Bebernya.

Rapat Bersama Pihak Desa

Dijelaskannya, setelah tidak temukan titik terang sesuai hasil rapat didesa, dirinya akhirnya meminta rekomendasi kepihak Kecamatan, untuk melakukan pemberhentian perangkat desa yang bermasalah ini.

Lihat video : Aksi orang tua korban pencabulan di Jambi

“Namun surat balasan dari Kecamatan yang kita terima bukan dalam bentuk pemberhentian seperti yang kita diminta, akan tetapi hanya semacam surat teguran.” Sebut Kades.

Ia menambahkan, secara aturan memang yang berhak memberhentikan perangkat desa ada lah kades, namun harus ada surat rekomendasi dari Camat.

“Pemberhentian perangkat desa itu, sebelum timbul sk, SK nya itu harus ada rekomendasi dari Camat baru sah secara hukum. Memang SK nya dari kepala desa,” Tutupnya. (Hry)