JAMBI – Keadaan cuaca yang kerap berubah saat ini tengah terjadi, ternyata memberi dampak baik tersendiri bagi Provinsi Jambi. Bagaimana tidak, setelah menelan dilema pahitnya Kebakaran Hutan dan lahan (Karhutla) waktu lalu, yang mengakibatkan kabut asap dimana-mana, kini bagaikan mendapat angin segar. Rintikan hujan yang acap kali menyapa menjadikan titik hotspot di Jambi berkurang.
Hal ini tersebut seperti yang disampaikan oleh Kepala Kepala Stasiun Badan Meteorologi Kalimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi Jambi, Addi Setiadi saat dikonfirmasi Dinamikajambi.com, Kamis (24/10/2019).
Disampaikannya, berdasarkan pantauan Sensor Modis (Satelit Terra & Aqua), SNPP dan NOAA20 (Tingkat Kepercayaan >50%), pada tanggal 23 Oktober 2019, pukul 07.00 wib hingga jam 16.00 wib, di Wilayah Provinsi Jambi tidak terdapat Titik Panas (Nihil).
“Ya Alhamdulillah sudah agak berkurang. Seperti kemarin sudah tidak ada lagi titik panas yang terpantau.” Kata Addi saat ditemui di ruang kerjanya.
Selanjutnya, untuk hari ini diakuinya memang kembali ditemukan 2 titik hotspot di wilayah Provinsi Jambi, yakni di daerah Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim).
“Berdasarkan pantauan Sensor Modis (Satelit Terra & Aqua), SNPP dan NOAA20 (Tingkat Kepercayaan >50%) Tanggal 23 Oktober 2019, jam 19.00 WIB s/d Tanggal 24 Oktober 2019 jam 05.00 WIB di wilayah Provinsi Jambi terdapat 2 (dua) titik panas, yaitu di Kabupaten Tanjung Jabung Timur 2 (dua) titik panas.” Jelasnya.
Adapun titik panas tersebut, ditemukan di Kabupaten BAOU, Kabupaten Tanjabtim Provinsi Jambi.
Hal itu menunjukan, keadaan kondisional di Provinsi Jambi sudah semakin membaik. Meski tak seratus 100 persen, setidaknya dengan berkurangnya titik panas ini, mampu mengurangi terjadinya Karhutla yang sangat meresahkan masyarakat. (Nrs)
