BERITA NASIONAL – Masih ingat dengan Rangga, bocah yang tewas kala membela ibunya yang hendak diperkosa. Ternyata, cerita Rangga si bocah viral di Aceh lebih menyedihkan sebelum dirinya tewas.
Kepergian Rangga menyisakan duka yang mendalam bagi keluarga, terutama sang ayah kandungnya yang berinisial FF.
Pasalnya, Rangga meninggal dengan tragis dan dalam usia belia. Meskipun, jasad Rangga tak lagi bersama sang ayah, namun cerita Rangga si bocah viral dari aceh ini masih membekas di dalam lubuk hari sang ayah untuk selamanya.
Dilansir dari kompas.com, diketahui FF dan ibu Rangga telah bercerai. Selama dua tahun terakhir, Rangga dan adiknya yang masih berusia lima tahun tinggal bersama ayahnya di Medan.
FF Merayakan Ulang Tahun Rangga
Sebelum kejadian tragis yang merenggut nyawa Rangga, dirinya (FF) sempat merayakan ulang tahun bersaman Rangga.
Baca Juga : Pembunuh Bocah Rangga dan Pemerkosa Ibunya Tewas di Sel
Saat itu, FF menjual telepon seluler demi memberikan hadiah yang Rangga inginkan.
“Saya buat acara kecil-kecil dan membelikan Rangga hadiah. Rencana handphone untuk belajar daring, tapi dia minta dibelikan mobil remote,” tutur FF
Meski hadiah itu sangat diinginkan oleh Rangga, namun kemudian ia menitipkan mobil tersebut untuk adiknya.
Pasalnya, Rangga hendak tinggal bersama ibundanya di Aceh. “Dia sayang sekali sama adiknya, selalu akur. Saya heran juga kenapa dia pesankan sama neneknya kalau mobil-mobilan itu untuk si adik,” tutur FF pilu.
Di mata FF, putranya itu memang memiliki sikap kepedulian tinggi dan senang berbagi.
Rangga Ikut Ibunya Ke Aceh
Pada 4 Oktober 2020, ibu R yang berinisial DN datang. DN juga meminta izin membawa R ke Banda Aceh untuk tinggal bersama dan bersekolah di sana.
Lihat Juga : Kronologi Tewasnya Pembunuh Rangga, Bocah di Aceh
Setelah diizinkan, DN mengurus surat kepindahan anaknya. Usai putranya pindah bersama sang ibu, FF masih sempat berbincang dengan bocah itu untuk melepas rindu melalui telepon.
Namun tak disangka, FF kemudian menerima kabar bahwa putranya ditemukan tewas. Sembari menahan air mata, FF mengutuk perbuatan Samsul Bahri, pembunuh anaknya.
“Binatang saja tak tega kita begitukan, ini tak layak dianggap manusia,” ujar FF.
“Anak saya ini memang pembela, saya yakin kematiannya tak sia-sia karena membela ibunya. Saya dan keluarga ikhlas melepasnya,” mata FF berkaca-kaca sembari menceritakan putranya.
Sumber : Kompas.com
