MUARO JAMBI – Bukan prioritas, tapi Kades Pelempang habiskan Rp 300 juta untuk pembukaan jalan baru. Warga pun protes, padahal ada jalan yang rusak
Dana milyaran rupiah untuk pembangunan desa, sejatinya untuk mempercepat laju pembangunan desa. Namun disisi lain, penyalahgunaan dana desa, masih saja terjadi. Meski sudah mendapat pendampingan dan pengawasan, masih saja muncul Kepala Desa yang masuk penjara.
Besarnya dana yang dikelola pemerintah desa ini, diharapkan mendongkrak pembangunan Desa Pelempang, Kecamatan Mestong. Namun sayangnya, harapan besar masyarakat belum terpenuhi. Sudah 3 tahun, pembangunan dinilai stagnan.
“Dana sudah milyaran rupiah. Tapi perubahan belum ada. Jalan yang jadi prioritas, tidak dikerjakan. Malah yang dibangun jalan baru. Seharusnya, jalan yang digunakan saat ini rusak yang harus dibangun,” ujar warga pada awak media.
Parahnya lagi, pembukaan jalan baru yang dijalankan pemerintah desa ini dikabarkan menelan anggaran sekitar Rp 300 juta. Program kerja ini, dinilai sebagai jalan memperkaya diri Kades, yang diketahui memiliki alat berat.
“Jadi, Kades ini punya alat berat. Dana desa ini dia gunakan sendiri untuk sewa alat beratnya. Jalan baru dibangun. Malah, ada jalan ke kebun. Ini parah,” tuding warga yang meminta namanya disimpan.
Baca Juga : Pembangunan Kantin Desa Disoal Warga. Selain Bukan Prioritas, Warga Bilang..
Terkait hal ini, Kades Pelempang, Kasnadi menolak dikatakan pembangunan tak sesuai prioritas. Menurutnya, pembangunan pemerintah desanya berjalan melalui aspirasi masyarakat.
“Kita undang semuanya. Saya minta pada Ketua RT semua, tolong diserap aspirasi warga. Kita kumpulkan semua. Kita bawa ke rapat desa, baru kita putuskan. Disitu ada semua. Dari warga, tokoh masyarakat, Pemuda, BPD dan RT serta yang lain. Kalau mereka tidak datang, jangan protes sekarang,” beber Kades yang ditemui Dinamika Jambi pekan ini.
Bantah Kades Habiskan Dana Pembukaan Jalan Baru
Meski demikian, Kasnadi tak menolak adanya pembukaan jalan baru di desanya. Namun program yang dikatakan menyedot anggaran ratusan juta, Ia menolak. Program yang berjalan 2016 itu, bilang Kades, tak sampai Rp 100 juta. Sedangkan tahun 2017, malah tidak ada pembukaan jalan.
“Saya lupa anggaran pastinya. Tahun ini, malah tidak ada. Kalau mau pasti, ayo kita bedah anggaran desanya,” terang Kades yang ditemui usai pertemuan di Kantor Camat.
Disinggung soal jalan rabat beton, Kades mengakui, belum pernah menganggarkan. Dalam 3 tahun terakhir, tidak ada dana desa untuk jalan rigit beton. Dikatakan Kasnadi, alokasi Dana Desa maupun Anggaran Dana Desa, digunakan untuk pembangunan lain.
“Dusun ini misalnya. Ada sekolah yang butuh ruang kelas baru. Ya, kita bantu. Kemudian, ada keperluan lain di RT sana, ya kita bantu,” paparnya. (Win)
