BISNIS – Budidaya maggot di Kabupaten Merangin mengeliat, dari bahan sampah jadi penghasil rupiah. Menggiurkan dan membantu lingkungan
Sekelompok peminat budidaya serangga, Minggu 21 Juni 2020 siang tengah mendengarkan pelatihan dari Dani Wahidin. Dani, pembudidaya Maggot, serangga pengurai sampah.
Pembudidaya Maggot yang beralamat di Lorong Ceria, Pematang Kandis, Kota Bangko itu, menariknya memberikan pelatihan pada mereka yang berminat. 2 kali pelatihan gratis, Dani kerap kali diundang jadi pemateri.
Bukan tanpa alasan, Ia termotivasi untuk membantu para peternak ayam dan ikan, untuk memenuhi pasar lokal. Dimana saat ini, kebutuhan masih didatangkan dari luar Merangin.
Berita Terkait : Kendala Budidaya Ikan di Merangin Soal Pakan, Bagaimana Pak Bupati?
“Seperti ayam, itu didatangkan dari Payakumbuh (Sumatera Barat). Ikan juga,” katanya.
Niat mulia itu, berujung dengan permasalahan utama peternak. Ya, apalagi kalau bukan pakan.
“Setelah saya pelajari, ternyata masalah di peternak itu, pakan,” katanya.
Ia terus belajar, dan mencoba. Lewat informasi online, Ia mulai melirik Black Soldier Fly (BSF) yang tengah dikembangkan di pulau jawa.
Budidaya Maggot pertama di Merangin, dari sampah jadi rupiah sudah berlangsung sedari 2018. 3 kali, Dani mengalami kegagalan dalam proses.
Bukannya patah arang, pria berjenggot ini malah makin jadi. BSF yang didatangkannya dari jawa kala itu sekitar 350 ribu, akhirnya membuahkan hasil.
Baca Juga : Kisah Inspirasi Nanda, Pemilik Angkringan Nusantara Yang Tak Bisa Bahasa Jawa
Rak demi rak, terus mengisi ruangan kerja disamping kediamannya. Dibantu istri tercinta, Dani berhasil memproduksi 100 kilo maggot dalam sebulan.
“April 100 Kg, Mei 130 Kg. Terus meningkat, dan harus naik,” katanya penuh semangat.
Dani yang menjual Maggot 5.000/kg itu, menargetkan sebelum 2021 dapat memproduksi 1 ton setiap bulan. Upayanya terbilang mulia. Dani bisa saja memonopoli Maggot, menginggat pasarnya yang besar.
Tapi sebaliknya, Ia malah membina para peternak dan peminat, untuk mengembangkan Maggot dalam memenuhi kebutuhan para peternak ayam dan ikan di Merangin untuk pakan.
Niat Mulia di Budidaya Maggot Merangin
Selain termotivasi untuk kebutuhan peternak dalam merebut pasar, Dani ternyata menyimpan niat mulia lain.
Ya, ternyata Ia menargetkan 100 pembudidaya itu, untuk mengurangi sampah yang ada di pasar.

Bayangkan saja, Ia mengurangi sampah organik seperti sisa sayuran, ampas kelapa dari pasar untuk pakan Maggot. Bagaimana jika itu dilakukan 100 pembudidaya.
Selain mengajak warga Merangin yang berminat, Dani tampaknya juga membantu pengembangan 2 sentra baru Maggot. 1 berada di Kota Bangko, 1 lagi tengah dibangun di wilayah Pamenang.
Pengembangan ini, tak hanya diminati warga Merangin. Dani mengaku, warga Sungai Penuh telah meminta dirinya.
