BATANGHARI – Maraknya pemakai narkoba jenis sabu yang telah meracuni berbagai pegawai instansi pemerintah di Kabupaten Batang Hari. Membuat BNN Kabupaten Batang Hari harus berkerja maksimal guna untuk mencegah peredaran narkoba di ‘Bumi Serentak Bak Regam’ ini.
Setelah beberapa pekan lalu tes urine dadakan terhadap pekerja Rumah Sakit Umum Abdul Majid Batu (HAMBA). Kamis (18/01/2018) malam sekira pukul 20:51 Wib, BNN kembali melakukan tes urine dadakan terhadap pegawai honorer rumah sakit tersebut.
Hasilnya, dari 5 orang yang berada di area parkir yang termasuk pekerja RS itu, salah seorang diantaranya yang berinisial DK, dinyatakan positif pemakai narkoba jenis sabu.
Saat di konfirmasi beberapa awak media, Kompol M Zuhairi, ST selaku Kepala BNNK Batang Hari membenarkan adanya peristiwa tersebut.
“Betul tadi malam telah kami lakukan cek urine terhadap 5 orang pekerja rumah sakit. Dengan hasil 1 orang positif pemakai narkoba jenis sabu,” jelasnya, Jumat (19/01/18).
Dikatakan Zuhairi, bahwa berdasarkan laporan dari masyarakat. DK dan beberapa pihak keamanan rumah sakit ini telah menjadi target, dan baru kali ini dilakukan cek urine secara mendadak.
Zuhairi juga menekankan, sebelum hal ini dilakukan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak rumah sakit dan pihak rumah sakit tersebut menyambut dengan senang hati atas yang dilakukan BNNK Batang Hari. Pihak Rumah Sakit sendiri, berjanji akan melakukan pemecatan bilamana ada pegawainya terindikasi mengkonsumsi narkoba.
“Kita lihat dan buktikan saja apa yang sudah di katakan oleh pihak rumah sakit beberapa minggu lalu kepada saya,” ujar Zuhairi.
Terpisah, saat dikonfirmasi, Kabag Tata Usaha Rumah Sakit Umum Abdul Majid Batu, Akhyar menyatakan pihaknya akan melakukan apa yang sudah di janjikan beberapa waktu lalu dan sekarang masih menunggu konfirmasi dari pihak BNN.
“Kami sangat mendukung kegiatan BNN tadi malam, dan insyallah pihak kami akan komitmen. Tapi sekarang kan saya belum tau positif tidaknya, karena masih menunggu dari BNN,” tandas Akhyar. (Akr)
