Bidan Puskesmas Beri Obat Dosis Tinggi, Balita 5 Tahun Ini Meninggal Dunia

VIRAL – Seorang bidan yang bekerja di Puskesmas ini beri obat dosis tinggi, pada seorang bayi. Akhirnya balita 5 tahun itu pun meninggal dunia.

Tak ayal, peristiwa balita 5 tahun meninggal dunia usai diberi obat dosis tinggi ini pun, menjadi viral di media sosial Twitter.

Baca juga : Posko Perbatasan Diaktifkan Kembali, Ini Titik-titiknya di Jambi

Diketahui, Rahma Sheva Kamila, balita berusia 5 bulan 10 hari asal Purwosari, Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur meninggal dunia, setelah mengonsumsi obat berdosis tinggi.

Resep obat yang diberikan oleh seorang bidan, yang berada di Puskesmas Purwosari itu diduga merupakan malapraktik.

Melansir dari Twitter tante korban @AlayyaBie (27/8/2020), korban meninggal pada Senin, (24/8/2020) sekitar pukul 12.00 WIB.

Setelah mengonsumsi dua obat jenis sirup, balita yang menunjukkan gejala-gejala tertentu, seperti tidak bisa tidur, lemas, hingga diare.

Sempat Dibawa ke Rumah Sakit

Keluarga korban sempat membawanya kembali ke puskesmas, yang sama. Tetapi perawat Puskesmas setempat meminta agar dibawa pulang.

Perawat itu berpesan, keluarga bisa membawa pasien kembali ke Puskesmas, jika kondisi balita memburuk.

Dalam kondisi kalut, pihak keluarga kemudian membawa korban ke IGD rumah sakit terdekat.

Meskipun langsung mendapat penanganan, tapi nyawa balita tidak bisa diselamatkan.

Sebagaimana diketahui, dari informasi pihak rumah sakit yang diterima keluarga, pembuluh darah korban sudah pecah.

“Sabtu, 22 Agustus 2020. Seperti biasa tiap malam dia tidurnya sama saya, cuman agak malem (manja) minta deket terus sama saya. Dan sering banget minta susu (mff ponakan saya minum formula, karna 2bulan ibunya kluar masuk rs). Saya gatau itu sudah gejala dehidrasi,” tulis @AllayyaBie.

Selanjutnya, diceritakan pada keesokan harinya, Minggu (23/8/2020) balita yang dipanggil Sheva itu badannya demam.

Bahkan juga buang air besar terlalu sering. Sang ibu akhirnya membuat ramuan dari kunyit yang ada, untuk menghangatkan perut Sheva.

Menjelang siang, balita yang semakin lemas dan tidak bisa tidur, hingga malam tiba.

Akhirnya pukul 21.00 WIB, pihak keluarga membawa Sheva ke puskesmas, untuk mendapatkan pertolongan pertama.

Begitu sampai di puskesmas, perawat meminta keluarga membawa pulang balita yang dirawat. Serta memberi pesan kembali lagi ke puskesmas, jika kondisi sang bayi semakin buruk.

Dibawa ke Rumah Sakit

“Kaka pulang nangis sambil bilang ke mamahnya yang tiduran krna sakit 2bulan kemarin. “Mbak gaono sing nyelamatno sheva mbak”. Tanpa pikir panjang akhirnya tlpon pakde buat minta tolong tolong antar ke rs (krna dia punya mobil), ”lanjut @AllayyaBie.

Sesampainya di IGD Rumah Sakit Aisyiyah Bojonegoro, balita ini didukung oleh tiga orang dokter. Secara bergantian, ketiganya memompa jantung balita berusia 5 bulan itu. Hingga pukul 12.00 WIB, balita itu akhirnya dinyatakan meninggal dunia.

“Kita yang baru tahu bahwa obat (inamid) yang diberikan bidan itu tidak dianjurkan buat dede krna dosis terlalu tinggi, bahkan obat itu sudah merusak otak dan syaraf dede sehingga pembuluh darah dibawa ke RS AISYAH BJN telah pecah,” jelas @AllayyaBie.

Kabar Terbaru

Saat berita selesai ditulis, pemilik akun Twitter @AllayyaBie sudah menghapus thread-nya, yang berjudul PUSKESMAS PURWOSARI KEMBALI MENELAN KORBAN.

Tetapi tangkapan layar, unggahan, itu sudah berhasil disimpan.

Tante korban itu kemudian menulis unggahan baru di Twitter-nya, yang terkait kasus dugaan malapraktik, oleh seorang bidan di Puskesmas Puswosari itu.

“Ambil sisi positifnya, semoga mendapat pembelajaran yang lebih lagi dalam menangi nyawa masyarakat, Aminn. Bahkan orang dinas dan bupati sudah bergerak, terimakasih. Masalah juga sudah slsai. Saya hanya bisa mengucapkan terimakasih, dan sekali lagi titip do’a dek sheva,” tulisnya pada Jumat (28/8/2020).

Tante korban juga menjelaskan bahwa pihak Puskesmas Purwosari, mendatangi rumah korban, dan meminta maaf kepada keluarga.

“Alhamdulillah, makasih untuk masukan dan saran dari Thread yang saya buat. Saya dan sekeluarga sudah ikhlas rilis dek sheva, dan pihak yanh bermasalah juga sudah minta maaf. Bahkan datang langsung ke rumah. masalah ini juga sudah disediakan oleh pihak yang lebih wajib,” pungkasnya.

Sumber : Merdeka.com

Redaksi Dinamika Jambi

Kontak kami di 0822 9722 2033