SAROLANGUN – Puluhan Suku Anak Dalam di wilayah perbatasan Kabupaten Sarolangun – Merangin, kecewa berat dengan pemerintah. SAD yang mendiami wilayah ini pertanyakan program pemerintah serta pengusuran yang mereka alami.
Hal ini diungkapkan perwakilan SAD, Buyung dihadapan ratusan warga Desa Bukit Suban, Kecamatan Air Hitam baru-baru ini. Bersama warga setempat, SAD sepakat untuk pilihan perubahan lebih baik dalam Pemilihan Bupati (Pilbup) Sarolangun yang dihelat 15 Februari ini.
“Kemajuan kami anak suku dalam, dak ado. Macam biaso. Seterus-terus kami memilih, tapi idak ado kemajuan bagi kami,” bilang Buyung.
Tak sampai disitu, SAD juga merasakan perhatian pemerintah bukannya untuk memberikan mereka kebaikan. Sebaliknya, SAD mengisyaratkan pemerintah seakan hanya memperalat mereka untuk kepentingan tertentu.
“Masak dak kasian dengan kami Suku Anak Dalam. Masak kami orang bodoh betambah dibodoh-bodohi. Kami ini orang bodoh dikasih pintar bukan bodoh-bodohi. Jangan cuma kato-kato mulut tapi dalam hati busuk,” tegas Buyung dengan nada tinggi.
Soal lahan juga menjadi penyampaian Buyung. Ia menyebutkan bagaimana lahan yang diberikan pada mereka oleh pihak terkait justru berbuntut penangkapan dan kekerasan bagi beberapa SAD.
Baca Juga : Warga Bukit Suban Cukup Merasakan Pembangunan, Tapi…
“Menteri kehutanan dari jambi dikasih tanah 700 hektar tapi setelah dikelola SAD, karet sudah sebesak betis kami malah digusur oleh PT. Yang mendekeng itu semua pemerintah semua,” terangnya yang disambut sorak sorai warga dan SAD.
Masih dalam penyampaian Buyung, mereka tidak berdaya dengan dukungan pemerintah pada pengusuran tersebut. Tidak adanya sikap baik pemerintah, disebut Buyung pihaknya sudah bertekad untuk perubahan.
“Kami nak milih yang baru. Nomor 1 (Satu,red),” tegas Buyung yang lagi-lagi disambut hadirin
