Bantah Tuduhan Peras SPBU, Icil Lagua Justru Tuding Yeni Yang Kerap Minta Uang

BATANGHARI – Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) adalah ujung tombak pendistribusian bahan bakar minyak bersubsidi, hal inilah yang juga merupakan celah untuk terjadinya kecurangan bagi oknum pengurus SPBU yang tidak bertanggung jawab, meskipun demikian tidak sedikit SPBU yang menjalankan tugasnya secara jujur namun dituding melakukan kecurangan untuk meraup keuntungan pribadi bagi segolongan pihak yang memiliki kepentingan.

Sebut saja beberapa waktu yang lalu diberitakan Suara Keadilan, Icil Lagua menerima uang dari SPBU sejumlah Rp 10 juta. Namun demikian, Icil membantah keras tentang pemberitaan tersebut.

“Saya tidak terima tentang pemberitaan yang diterbitkan saudara Yeni di media Suara Keadilan, karena berita tersebut hanya asumsi dan faktor sakit hati saudari Yeni yang juga memberitakan dengan tidak menggunakan kode etik serta tanpa konfirmasi kepada saya dengan mencatut nama saya,” tegas Icil.

Pemberitaan yang dimaksud adalah tentang pemerasan oleh Icil terhadap pihak SPBU yang ada di Kecamatan Muara Tembesi dan Kecamatan Bajubang.

“Saya merasa pemberitaan yang mengatakan saya menerima uang sejumlah Rp 10 juta dari SPBU itu semua tidak benar. Justru saudari Yeni sering kali meminta uang dan juga minyak kepada pihak SPBU tersebut dengan dalih pemberitaan bahwa SPBU itu telah menjual minyak bersubsidi. Namun pemberitaan tersebut tanpa adanya bukti dan hanya berupa asumsi semata,” lanjut Icil.

Sementara itu, Icil lagua telah konsultasi ke Polres Batanghari dan juga melaporkan Yeni ke Polda Jambi terkait status Facebook Yeni yang dinilai melanggar Undang undang ITE dan mencemarkan nama baik Pribadi, Keluarga dan juga Lembaga yang dipimpinnya (LSM Somasi,red) dengan pemberitaan ini Icil berharap dapat membersihkan kembali nama baiknya dan menggunakan hak jawabnya serta untuk menyelesaikan segala permasalahan yang sudah terlanjur berlarut larut. (Ali kucir)

You cannot copy content of this page