Bantah Prabowo, Dinas Kesehatan : Bukan 30 Persen

JAMBI – Menjadi perdebatan panjang, persentase 30 persen anak kurang gizi yang disampaikan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto dibantah Dinas Kesehatan Provinsi Jambi. Dalam 3 tahun terakhir, kasus gizi anak tak sampai angka 100.

Hal ini disampaikan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Provinsi, Oki Pramana. Bilangnya, berdasarkan pemantauan gizi secara nasional yang dikeluarkan oleh Kementrian Kesehatan (Menkes) RI untuk Provinsi Jambi tahun 2017, hanya mencapai 10,6 persen.

“Terdiri dari yang kurus 6,8 persen ditambah yang sangat kurus 3,8 persen, jadi totalnya, 10,64 persen. Jadi bukan 30 persen,” ungkap Oki, Senin (30/07)

Masih diterangkan Oki, untuk jumlah kasus gizi buruk dari 3 tahun terakhir yang didata oleh pihak Dinkes Provinsi Jambi itu, tahun 2016 sebanyak 84 kasus, 2017 dengan 85 kasus dan untuk tahun 2018 hingga bulan Juni ini hanya 75 kasus.

Selama ini, dilakukan pemantauan kasus melalui Posyandu. Dinkes melalui pekerja kesehatan, menekan angka gizi buruk melalui asupan gizi tambahan dan melaporkan kasus ke tingkat selanjutnya.

3 tahun terakhir, Dinkes melakukan survey pemantauan gizi melalui. Hasil survey tersebut, salah satunya pada angka 10,64 persen pada 2017.

“Itulah yang saya mau klarifikasi,” katanya lagi.

Berita Sebelumnya : Prabowo Bikin Tersinggung Warga Jambi

Selama periode tersebut, secara nasional dilakukan pemantauan dengan tenaga ahli dari ahli gizi atau Enumerator. Rekrutmen fresh graduate atau tamatan baru tersebut, masing –masing tersebar di setiap  kabupaten/kota dengan 7 pemantau.

“intinya kami (Dinkes) tetap menekan kasus gizi buruk dengan berbagai cara dan kita juga melakukan kegiatan pemantauan, ketika memang ada seperti itu cepat untuk ditangani,” pungkasnya.

redaksi

Kontak kami di 0822 9722 2033 Email : Erwinpemburu48@gmail.com Ikuti Kami di Facebook, Instagram dan YouTube

You cannot copy content of this page