TANJABBAR – Antisipasi Karhutla, 4 Kecamatan di Kabupaten Tanjabbar dipasang kamera pemantau, guna melihat pelaku pembakaran lahan tersebut.
Kabupaten Tanjung Jabung Barat, merupakan Kabupaten di propinsi Jambi yang memiliki lahan gambut, yang sangat rawan terjadi nya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Baca juga : Pemerintah Buat Resah Buruh di Jambi Dengan RUU Cipta Kerja
Hal tersebut berkaca dari kejadian Karhutla pada tahun lalu, jika di Kabupaten pesisir ini telah menghanguskan ratusan hektar lahan gambut, di beberapa Kecamatan Tanjabbar dipasang kamera pemantau.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, setidaknya ada 4 Kecamatan di Kabupaten pesisir ini, menjadi monitoring yang dilakukan oleh pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanjabbar.
Hal ini di sampaikan oleh Kepala BPBD Kabupaten Tanjabbar, Zulkifli pada awak media, Sabtu (15/08/2020).
Ia menyebutkan bahwa 4 Kecamatan tersebut, masih menjadi daerah titik fokus, terkait penangganan terjadinya Karhutla.
“Yang rawan karhutla itu masih di Kecamatan Betara, Pengaburan, Senyerang, Batang Asam masih dominasi. Kalau tahun kemarin itu kebanyakan yang terbakar lahan masyarakat, yang rata-rata memang alasan pembakaran untuk buka lahan,” kata Zul.
Langkah ke Depan
Sementara itu, kata Zul langkah ke depan dari pihaknya untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan, selain dilakukannya melalui upaya dengan sosialisasi dengan berbagai cara. Pihaknya juga akan memasang kamera pemantau atau CCTV, di beberapa titik lokasi.
“Sekarang mau dipasang CCTV, jadi keluar masuk orang itu terpantau. Jadi CCTV di tiang telkom, atau nanti dimana. Kita pasang di empat titik Betara, Bram Itam. Kemudian di taman nasional, dan satu lagi saya lupa itu ada datanya kemarin,” ungkapnya.
Tak hanya itu, pihaknya juga telah meminta kepada sejumlah perusahaan untuk mempersiapkan seluruh perangkat, termasuk dengan SDM yang memantau lokasi lahan perusahaan.
Lihat juga video : Klik Disini
Meskipun kata Zulkifli, saat ditanya jika berdasarkan pengalaman, kebakaran lahan perusahaan berasal dari Kabupaten tetangga.
“Di perusahaan kita sudah rapat di polres. Kita minta siapkan SDM, peralatan sesuai dengan Manajemen Penanggulangan Kebakaran (MPK), dan itu harus perusahaan sudah harus menyiapkan segala macamnya. Kalau berkaca tahun lalu, kebakaran lahan itu rembesan dari Tanjabtim,” pungkasnya. (hry)
