JAMBI – Minimnya porsi anggaran untuk pariwisata Provinsi Jambi, menjadi salah satu penyebab lesunya dunia wisata. Dengan anggaran Rp 13 Milyar dari APBD Provinsi Jambi, pengembangan pariwisata masih belum dapat diharapkan.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Budaya dan Pariwisata Provinsi Jambi, Edi Erizon menjawab sejumlah awak media di sela-sela Musrenbang Bidang Pariwisata Se-Provinsi Jambi tahun 2106 yang digelar di Rumah Kito, Kota Jambi, Rabu (16/3) malam.
“Tahun kemarin kita usulkan Rp 16 Milyar. Taunya di cut, tinggal kini Rp 13 Milyar. Dari 8 eselon III kita, anggaran kita cuma Rp 13 Milyar,” katanya.
Sementara untuk membangun pariwisata sendiri, Edi menyebutkan angka dua kali lipat dari yang didapatkan SKPD yang dipimpinnya saat ini.
“Idealnya anggaran kita itu Rp 26 Milyar,” bilangnya.
“Kalau kita berbicara masalah ideal, kalau kita membuat pariwisata yang wah itu, kita membutuhkan anggaran amat sangat besar,” sambungnya.
