Andai Pelabuhan Ujung Jabung Rampung, Ekspor Sawit Jambi Semakin Primadona

BERITA BISNIS – Komoditi kelapa sawit di Jambi, belakangan ini sempat mencapai angka Rp 3.400 perkilo. Bahkan di prediksi akan terus naik hingga 2022 mendatang. Andai pelabuhan ujung jabung rampung, ekspor sawit makin jadi primadona.

Hal ini di sampaikan Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, Agus Rizal saat di temui baru-baru ini.

Baca juga : Harga Sawit di Jambi Bakal Capai 4 Ribu, Warganet : Sembako dan Pupuk Juga Meledak Bos

Agus menyebutkan, ekspor kelapa sawit semakin primadona apabila Pelabuhan Ujung Jabung rampung di bangun.

Ia juga menuturkan, komoditi sawit ke depannya akan terus merangkak naik. Adapun kenaikan harga tersebut, di karenakan beberapa perusahaan mulai gencar memproduksi Bahan Bakar Minyak (BBM), berbahan dasar kelapa sawit.

“Kebutuhan pasar saat ini, kita amati meningkat signifikan. Kenapa demikian, beberapa perusahaan mulai menemukan inovasi BBM berbahan dasar kelapa sawit. Misal, Aftur, Bio Solar di Sungai Lilin Sumsel sudah dimulai. Bisa saja, pada tahun depan bakal mencapai 4000,” bebernya.

Ujung Jabung

Di ketahui sebelumnya, Gubernur Jambi beserta Komisi V DPR RI turun langsung ke Ujung Jabung. Di mana, guna menopang perekonomian wilayah perairan Provinsi Jambi, beberapa tahun ke depan akan di bangun sebuah pelabuhan.

Tak ayal, dengan berdirinya pelabuhan tersebut di prediksi akan membawa dampak positif bagi kegiatan ekspor. Tak terkecuali kelapa sawit, bebernya, selama ini untuk mengekspor TBS dan CPO ke mancanegara, tak sepenuhnya menggunakan pelabuhan domestik Talang Duku. Hal ini di sinyalir, tingkat kedalaman Sungai Batang hari tak mampu menampung kapal bertonase besar.

“CPO Jambi, kebanyakan ke Cina. Tetapi, sebagian ada juga yang ke Eropa. Nah, untuk yang kapasitas besar, itu transit dulu di Jakarta Tanjung Priok. Jadi, yang di Talang Duku itu bukan sepenuhnya ke luar negeri di kirim,” tukasnya.

Lihat juga video : Saling Lempar Gas Air Mata, Demo di Jambi Ricuh

Alhasil, dengan berdirinya pelabuhan Ujung Jabung akan mengurangi biaya operasional ekspor, sekaligus membawa kenaikan harga di kalangan petani. Itu artinya, kelak komoditi kelapa sawit Jambi semakin menjadi primadona.

“Begini, biaya transportasi ekspor, itu mempengaruhi harga TBS di kalangan petani. Karena, selama ini sebagian besar masih melalui pelabuhan luar Jambi, contoh Tanjung Priok. Kalau sudah pelabuhan sendiri, ongkosnya murah selaras otomatis harga TBS mengalami kenaikan,” jelasnya. (Tr01)

 

Redaksi Dinamika Jambi

Kontak kami di 0822 9722 2033