JAMBI – Gubernur himbau anak rantau di Jambi agar tak Mudik, Pemprov Jambi akan Karantinakan pegawai Kapal Pesiar ABK, selama dua Minggu.
Hal ini disampaikan Juru Bicara Tim Gugus Tugas Provinsi Jambi, Johansyah pada sejumlah awak media di Kantor Gubernur Jambi, Jum’at (17/04/2020).
Johansyah mengatakan bahwa, Gubernur Jambi sudah menghimbau anak rantau di Jambi, untuk tidak mudik.
Baca juga : 5 Uji Swab Pasien Corona Hari Ini, Hasilnya Negatif Semua
Pihaknya juga sudah rapat bersama wakil Ketua Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi, Pj sekda terkait berapa hal, yang kita lakukan dalam atasi penyebaran Virus Corona saat ini.
“Pertama untuk penambahan Rapid Test, kita sudah dapat bantuan kembali dari Kemenkes sebanyak 2000. Artinya dari tahap pertama 2400, di tambah 2000. Penggunaan sudah dilakukan sekitar 650 Rapid Test.” Kata Johansyah.
Dirinya berharap, agar Kabupaten/Kota yang memang ada pasien, yang terkonfirmasi positif, untuk segera melakukan permintaan Rapid Test kepada dinas Provinsi Jambi.
“Untuk melakukan rapid test itu,” singkatnya.
Selain itu, dengan meningkatkan kasus pasien terkonfirmasi di Jambi saat ini, Pemerintah Provinsi melalui Tim Gugus Tugas, akan menerapkan PSBB. Karena banyak usul yang harus terpenuhi.
“Kemudian kita akan melaksanakan karantina kepada masyarakat, yang pulang dari luar negeri.” Paparnya.
Sebagaimana diketahui, pihaknya diinformasikan dari Kementerian Kemaritiman. Dimana ada masyarakat Jambi yang merupakan pegawai kapal pesiar ABK, akan pulang ke Jambi sebanyak 2 orang.
“Dari hasil rapat tadi, kami akan karantina kan 2 orang ini selama 14 hari. Yang akan kita pusatkan di Bapalkes Provinsi Jambi,” bebernya.
Lihat juga video : Klik Disini
Tak hanya itu, masyarakat Jambi di perantauan bapak gubernur sudah menghimbau. Yang saat ini ada di Kabupaten/ Kota, tidak di izinkan untuk keluar dari daerah atau mudik.
“Kita memperketat, itu hanya sekedar himbauan belum ada larangan. Namum tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi, dan Kabupaten/Kota akan memperketat pemantauan terhadap masyarakat.” Tuturnya. (Nrs)
