SAROLANGUN – Warga RT 07 Desa Batu Ampar Kecamatan Pauh, Senin (21/01) sekira pukul 06.00 Wib mendadak heboh dengan suara teriakan meminta tolong dari kediaman Nasri (40). warga yang mendengar teriakan tersebut langsung mendatangi rumahnya.
Ketika warga yang lain sudah berkumpul di rumah Nasri terlihat Saprianto Als Rian Bin Nasri (17) yang masih duduk dibangku kelas II di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 4 Sarolangun tergeletak sudah tak bernyawa lagi dengan bekas luka jeratan dileher korban.
Informasi yang berhasil dihimpun oleh media ini menyebutkan
sekira jam 06.00 Wib orang tua korban (Nasri, red) menggedor pintu kamar korban mengingatkan korban untuk sekolah, saat itu juga dijawab oleh korban, “Iyo”
Sekitar jam 06.30 Wib orang tua korban mendengar ada suara aneh didalam kamar korban. Selanjutnya orang tua korban memanjat plafon kamar korban dan melihat korban sudah dalam posisi tergantung. Melihat putranya sudah tergantung, orang tua korban memanjat dan langsung melompat mendekati korban dan berteriak. Mendengar teriakan Nasri kemudian datang istrinya (Lenah) beserta Iwan dengan cara mendobrak pintu kamar korban.
Tak ingin terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan pada korban, pihak keluarganya langsung membawa korban ke Puskesmas Pauh untuk memastikan, namun apa daya Untung Tak Dapat Diraih. Malang Tak Dapat Ditolak bahwa Dokter Puskesmas menyatakan bahwa korban sudah meninggal dunia.
Kapolres Sarolangun AKBP Dadan Wira Laksana S.Ik.M.Ap melalui Kapolsek Pauh AKP M.Tohir membenarkan kejadian tersebut.
“Iya benar, kita sudah mendatangi TKP, dan membawa korban kepuskesmas serta memeriksa beberapa Saksi,” ungkap Kapolsek
Saat disinggung, apa motifnya korban bisa tewas gantung diri, Kapolsek memgatakan pihaknya masih mendalami motif yang sebenarnya.
“Berdasarkan keterangan Dokter Puskesmas terdapat seperti bekas jeratan pada leher korban dan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, dan untuk Motifnya kita masih mendalami,” ujarnya
Sementara itu, Kepsek SMKN 4 Sarolangun Safwan S.Pdi membenarkan jika korban merupakan siswanya di Sarolangun.
“Iya benar, anak ini siswa kita Kelas II, kalau kesehariannya anaknya baik, gaul, periang lah, namun belakangan ini sedikit agak berubah, tadinya periang jadi pendiam,” ungkap Kepala Sekolah tersebut. (Ajk)
