Alamak, 2 Tahun Jadi Copet, Emak-Emak Ini Ngaku Terinspirasi Dari Sinetron

HUKRIM – Terlilit hutan dan masalah ekonomi keluarga, kadang membuat sebagian orang gelap mata hingga melakukan tindakan kriminal. Salah satunya, 2 wanita ini. 2 Tahun jadi copet, Emak-Emak Ini ngaku terinspirasi dari sinetron.

Selama 2 tahun keduanya berprofesi jadi copet profesional, ternyata emak-emak ini ngaku terinspirasi dari sinetron, yang melakoni akting seorang copet. Kok bisa?

Baca juga : Video Syur 20 Detik Menyeret Namanya, Nathalie Holscher Bilang Ini

Mengaku terdesak kebutuhan sehari-hari dan harus melunasi utang pada tetangga, dua emak-emak di Kota Tasikmalaya nekat banting setir jadi copet. Mereka mengaku, terinspirasi untuk mendapatkan uang secara instan, dengan cara mencopet dari tayangan sinetron.

Kekinian, dua emak-emak berinisial MK (40) dan DSL (44) telah di tangkap polisi. Salah satunya yakni MK, yang mengaku sudah dua tahun lebih mencopet di pasar-pasar dadakan. Seperti di Car Free Day (CFD), atau pasar kaget lainnya.

Sebelum menjadi copet yang menyasar dompet dan handphone (hp), MK mengaku pernah menjalani aksi kriminalitas. Ia pernah mengutil pakaian di kala stand, atau lapak pedagang ramai di kerumini pembeli.

“Awalnya saya hanya mgambil pakaian di CFD. Beli baju satu sambil ngambil baju lainnya, di masukan ke kantong saat penjual lengah,” ujar MK saat di periksa penyidik unit reskrim Polsek Cihideung Polres Tasikmalaya Kota, Selasa (29/6/2021).

Menurutnya, ia nekat mengutil pakaian dan mencopet lantaran terdesak utang kepada tetangga, sebesar Rp 1,3 juta. Barang hasil mencopet di jual dan sebagian hasilnya, di bayarkan utang.

Terinspirasi dari Sinetron

Ibu dengan 4 orang anak tersebut mengatakan, dirinya mulai mencopet dompet dan hp, terinspirasi dari sinetron di televisi tentang pencopet.

“Ya itu pak, terinspirasi dari sinetron copet di tv,” ucapnya.

Ia berdalih, penghasilan suaminya yang bekerja sebagai buruh bangunan, tidak mencukupi untuk kebutuhan hidup sehari-hari. Sehingga dirinya nekat melakukan tindakan melanggar hukum.

“Saya di kasih sama suami Rp. 350 ribu seminggu. Itu gak cukup untuk sehari-hari,” katanya.

Hal serupa di katakan DSL (44), perempuan pencopet lainnya yang juga di amankan unit reskrim Polsek Cihideung. Kepada penyidik ia mengaku nekat mencopet, karena terdesak kebutuhan ekonomi.

Menurutnya, sejak suaminya kecelakaan lalu lintas dan kakinya patah beberapa tahun lalu, suaminya tidak lagi bekerja. Sehingga tulang punggung keluarga ia pikul sendiri, untuk membiayai anak- anaknya.

“Anak saya 6, suami sudah tidak bekerja sejak kecelakan. Saya nyopet hanya di pasar kojengkang saja, di hari Minggu dari pagi sampai siang. Saya fokusnya nyopet uang,” ujar DSL di Mapolsek Cihideung.

Kapolsek Cihideung Kompol Zenal Muttaqin melalui Kanit Reskrim Polsek Cihideung, Iptu Ruhana Efendi mengatakan, MK dan DSL merupakan pencopet spesialis di pasar kojengkang di Dadaha.

Keduanya di tangkap di rumahnya masing-masing, di wilayah Leuwisari Kabupaten Tasikmalaya. Dan di wilayah Bungursari, Kota Tasikmalaya.

“Para pelaku ini sudah beraksi cukup lama. Dari tangan pelaku dapat di amankan beberapa hp, yang belum sempat di jual,” ujar Ruhana.

Berita lain : Beredar Video Syur 20 Detik di Medsos, Di duga Nathalie Holscher Istri Sule?

Ia menambahkan, kali terakhir mereka beraksi di pasar kojengkang yakni pada Minggu, 27 Juni 2021. Korbannya warga Kecamatan Tawang Kota Tasikmalaya.

“Jadi komplotan ini memiliki peran masing-masing. Pelaku MK sebegai eksekutor dan pelaku DSL, sebagai pengalih perhatian korban,” ucapnya.

 

Sumber : Suara.com

redaksi

Kontak kami di 0822 9722 2033 Email : Erwinpemburu48@gmail.com Ikuti Kami di Facebook, Instagram dan YouTube