Aktivis KNPI “Sorot” Bimtek APDESI Merangin

MERANGIN – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Merangin memang telah usai menggelar Bimbingan tekhnis (Bimtek) perangkat desa ke Jambi, Jakarta, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Rabu (25/7) hingga Selasa (31/7) lalu.

Ternyata, kegiatan Bimtek 108 desa yang menyedot anggaran dana desa hingga Rp. 1.080.000.000,- tersebut melahirkan beragam kontroversi di tengah-tengah masyarakat.

Beragam kontroversi tersebut dapat terlihat dari sorotan berbagai pihak yang menimbulkan kegaduhan di media sosial Facebook baru-baru ini.

Tidak ketinggalan, aktivis Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Merangin Hadi Suprapto, angkat suara. “Relevansinya di mana, kebanyakan di Lombok itu menjual panaroma pegunungan dan lautan. Sedangkan kita (Merangin) cuma ada satu gunung di Lembah Masurai, laut kita tidak punya” ungkapnya.

Hadi mengatakan, banyak daerah terdekat yang bisa dijadikan tempat study banding, secara geografis memiliki kesamaan dengan Kabupaten Merangin.

“Tidak terkesan menghambur-hamburkan uang,” ujarnya.

Kegiatan tersebut lanjut Hadi, akan lebih efektif dan efesien jika dilaksanakan di Kabupaten Merangin. “Kenapa tidak didatangkan saja beberapa ahli ke daerah ini. Selain menghemat anggaran juga dapat menghilangkan pandangan negatif,” lanjutnya.

Mirisnya menurut Hadi, berkaca dari kegiatan sebelumnya (Bimtek/ Study banding) tidak ada dampak yang signifikan untuk daerah.

“Rasanya anggaran tersebut lebih baik dialokasikan untuk pemberdayaan masyarakat daripada tiap tahun harus mengadakan study banding,” pungkasnya.

(Cra)

Redaksi Dinamika Jambi

Kontak kami di 0822 9722 2033