Akibat Sering Nonton Video Porno, Pria di Jambi Ini Tega Setubuhi Anak Tirinya

JAMBI – Pria asal Kota Jambi AM tega menggarap anak tirinya sebanyak 10 kali, disaat istrinya tertidur pulas. Hal ini akibat sering nonton video porno di handphone pribadinya.

AM yang diketahui adalah Warga Kelurahan Jelutung, Kota Jambi yang keseharian bekerja sebagai tukang cukur ini, memang kerap kali menonton film dewasa. Akibat sering nonton video porno, sehingga membabi buta bak bintang porno Korea.

Kelakuan bejat sang bapak ini, dilakukannya sejak tahun 2017 lalu, saat anak tirinya berinisial T masih duduk di bangku Kelas 2 SD hingga Kelas 4 SD.

Dikatakan Kasubdit IV PPA Ditrektorat Reserse Kriminal Umum Polda Jambi, Kompol Yuyan Priatmaja aksi bejatnya itu di lakukan saat malam hari. Saat sang istri tidur lelap.

“Tidur bertiga kan, istri terlelap, kemudian pelaku memegang pantat korban dan memaksa korban,” katanya, Kamis (5/8/19).

Baca Juga : Ditangkap Karena Kasus Narkoba, Pria Ini Ternyata Bintang Film Porno Sesama Jenis

Selain itu, pria itu juga kerap kali melakukannya dirumah, saat ibu korban pergi atau kerja.

Dari pengakuan pelaku, aksi bejat itu di lakukan lebih kurang sebanyak 10 kali kepada anak tirinya.

“Kalau pengakuannya 10 tapi kita akan dalami, anak itu sebelum berbuat di kasih tonton video porno dulu.” jelasnya.

Kompol Yuyan juga menambahkan, untuk menutupi perbuatannya pelaku memberikan kepada koban, mulai dari Rp 5 ribu hingga Rp 10 ribu.

“Uang itu untuk jajan ke sekolah. Pelaku juga mengancam akan memukul korban.” bebernya.

Terbongkarnya Pencabulan

Akhirnya, saat korban sedang belajar di sekolahnya, seorang guru melihat perubahan sikap T yang tidak biasanya kelas. Kemudian sang guru menanyakan kepada sang anak.

“Terlihat murung, pendiam, dan akhirnya sang anak (korban) bercerita bahwa telah terjadi pencabulan terhadap dirinya, kemudian sang guru melaporkan kejadian itu,” jelasnya.

Setelah ditanyakan gurunya, usut-usut, akhirnya korban mengaku bahwa dirinya kerap kali digarap oleh pelaku dirumahnya.

Atas perbuatan pelaku, dikenakan pasal 81 dan 82 UU nomor 35 tahun 2014, atas perbuatan UU RI nomor 23 tahun tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun penjara dan paling lama 15 tahun kurungan penjara.

(*/Nrs)

Redaksi Dinamika Jambi

Kontak kami di 0822 9722 2033