Agar Tak Dikandangkan, Pengusaha Bus Pariwisata Harap Cek Syarat Berikut

BERITA JAMBI – Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) V Jambi, gelar sosialisasi soal perizinan dan kelayakan angkutan bus pariwisata. Pengusaha bus pariwisata, harap cek syarat berikut

Jika masih ditemukan pelanggaran operasional, bus pariwisata bakal dikandangkan.

Berawal dari kejadian kecelakaan bus pariwisata yang terjadi di Jawa beberapa waktu lalu, BPTD V Jambi gelar pemeriksaan perusaahaan angkutan pariwisata, Selasa (21/06/2022).

Kepala BPTD V Jambi, Bahar Latief menuturkan, penyisiran dilakukan selama 3 hari ke depan. Di mana, seluruh perusahaan pariwisata bakal dilakukan pemeriksaan.

Adapun pemeriksaan tersebut, dimulai dari persyaratan operasional hingga kelayakan bus.

“Harus memenuhi ketentuan, salah satunya terdaftar di Spionam Kemenhub. Kalau tidak terdaftar, berarti ilegal dan tidak bisa beroperasi,” ungkap Bahar.

“Kita arahkan masuk terminal, agar dilakukan ramp check,” timpalnya.

Berangkat dari Rapat Penertiban beberapa waktu lalu, terdapat beberapa persyaratan yang wajib dipenuhi oleh angkutan pariwisata.

Di antaranya, armada hanya diperuntukkan pada keperluan wisata, serta dilengkapi dengan tulisan Pariwisata di kaca depan. Selanjutnya, memiliki izin operasional, terdaftar di aplikasi Spionam Kemenhub. Tak hanya itu, bus pariwisata juga harus dilengkapi dengan alat pemantau kecepatan.

Jika pada tahap sosialisasi ditemukan pelanggaran, tak segan-segan pihaknya lakukan pengandangan sementara. Sembari pengandangan, perusahaan bus diberi kesempatan memenuhi persyaratan.

“Kalau ada pelanggaran berat, kita akan mengambil kendaraan tersebut dan membuat perjanjian. Pemilik perusahaan harus menenuhi ketentuan berlaku, baru kita lepaskan,” tambahnya.

Bekukan Perusahaan

Apabila usai tahap sosialisasi masih terdapat armada yang bandel. Tak tanggung-tanggung, BPTD V bakal membekukan operasional perusahaan angkutan pariwisata tersebut.

Itu artinya, perusahaan tersebut tak boleh beroperasi di wilayah hukum Provinsi Jambi.

“Ada sosialisasi dan penegakan hukum. Nah, kalau masih melakukan pelanggaran seperti itu, ya akan kita tutup dan bekukan perusahaannya.” tegasnya.

(Rpa)

redaksi

Kontak kami di 0822 9722 2033 Email : Erwinpemburu48@gmail.com Ikuti Kami di Facebook, Instagram dan YouTube