Ada Temuan, APKASINDO Sebut Pupuk Dari Pemerintah Untuk Petani Tak Sesuai

JAMBI – Usai rapat bersama Dinas Perkebunan Provinsi Jambi, tentang pembahasan dan penetapan harga TBS pada Kamis kemarin (16/1/2020), APKASINDO katakan banyak pupuk yang tak sesuai klasifikasi di lapangan.

Hal ini disampaikan Sekretaris APKASINDO Provinsi Jambi, Kastan Sambiring saat ditemui Dinamikajambi.com, usai rapat.

Kastan mengatakan, bahwa pada saat ini banyak pupuk dilapangan tidak sesuai klasifikasi, isi didalam dengan mereknya sangat jauh berbeda.

“Petani memupuk sesuai dengan teknis perkebunan. Tapi karena kandungan yang ada pada pupuk tidak sesuai dengan merek yang ada pada karung, hasil yang diharapkan bisa tidak tercapai. Produksi petani tidak memenuhi target dan standar,” katanya.

Oleh karena itu, ia meminta pemerintah untuk memeriksa pupuk yang beredar, apakah unsur dan kandungannya sudah sama antara isi yang di dalam dengan merek yang tertera di luar karung.

Ia pun menegaskan, hal ini merupakan sebuah tindakan yang melanggar, permainan yang tidak baik, dan pembohongan publik.

Baca juga : Lagi… Harga Sawit di Jambi Kembali Menguat, Petani Ayo Bermitra

“Kita beli pupuk, kita pupukkan ke tanaman kelapa Sawit. Nyatanya kebun kita tidak sesuai dengan yang kita harapkan,” terangnya.

Dengan demikian, Sekretaris APKASINDO Provinsi Jambi itu menegaskan kepada pihak-pihak terkait, terutama pemerintah agar bisa melakukan pengawasan, dan penelitian mengenai pupuk ini.

Akbit dari itu semua, produksi hasil tani masyarakat menurun. Meskipun pihaknya belum melakukan penelitian secara keseluruhan, tetapi sesuai pengalamannya itu sangat memperhatikan bagi petani.

“Kita sudah mengikuti teknis pupuk-memupuk, produksi yang kita harapkan 24 ton pertahun untuk lahan satu hektar. Jadi per bulan 2 ton,” tegasnya.

“Saya produksi kemarin hanya 1,8 ton selama satu bulan untuk lahan 1 hektar, dikalikan saja 12 bulan. Kita menghitungnya nggak boleh satu bulan, harus satu tahun,” tambahnya. (Paw)

Redaksi Dinamika Jambi

Kontak kami di 0822 9722 2033