Saat Wartawan dan Mahasiswa Turun Ke Jalan, Bikin Pak Dewan…

MUARO JAMBI – Hari libur yang bisa dimanfaatkan untuk melepaskan penat, rela ditinggalkan sejumlah wartawan dan mahasiswa asal Kecamatan Sungai Gelam, Minggu (21/01) siang. Kondisi jalan yang terus memburuk, mendorong mereka turun ke jalan.

Kepedulian pada akses utama warga 7 desa ini, berlangsung di salah satu titik jalan yang mulai bergelombang di Pal 20, tepatnya di RT 18 Desa Sungai Gelam. Mengunakan alat seadanya, aksi yang dibantu Miskun, sukarelawan penambal jalan yang sempat viral oleh media ini, berlangsung hampir 3 jam.

“Ini kita lakukan, bentuk kepedulian kita pada jalan yang dibutuhkan ribuan bahkan puluhan ribu warga. Semoga bermanfaat dan membuka pintu hati pihak terkait,” bilang Rizal, wartawan Jambi Ekspres yang merupakan warga Desa Sumber Agung.

Aksi yang dibantu oleh komunitas Sedulur Arek Tri Mulya Jaya (TMJ) dari Desa Tri Mulya Jaya ini, mendapat perhatian penguna jalan. Termasuk anggota dewan setempat, Fathuri Rahman.

“Wah, pendekar Sungai Gelam turun gunung. Sekjen IWO, wartawan dan Ketua IMSG turun tangan,” ungkap anggota DPRD Muaro Jambi.

Titik jalan ini bergelombang dalam sepekan terakhir. Kedalam jalan, sempat berkisar setengah meter

“Apa nanti ya tanggapan Bupati dan Wakil Bupati,” sambungnya.

Aksi ini juga melibatkan para sopir angkutan perkebunan yang melintas. Belasan sopir dan kernet, rela berkeringat.

“Memang sengaja kita ajak sopir, yang hari ini melintasi jalan sungai gelam untuk ikut menimbun jalan, agar merasa memiliki jalan dan merawatnya. Lagian, lebih baik 5 menit mencangkul, dari pada As patah atau antri 5 jam,” ungkap Sunar Ketua komunitas Arek TMJ

Sedikit berharap, aksi ini menumbuhkan rasa memiliki jalan yang dibangun dari uang rakyat

Deni, yang tak lain wartawan media online ini, mengatakan aksi mereka sebagai bentuk keprihatinan. Pasalnya, sudah berbulan-bulan jalan ini menelan korban. Baik pada kendaraan maupun warga. Warga Desa TMJ ini berharap, kegiatan membenahi jalan dapat membuka hati perusahaan, pemerintah dan pihak terkait lain

“Bukan gagah-gagahan, tapi untuk kebersamaan. Bukan jual penampilan, tapi untuk kenyamanan jalan Sungai Gelam,” ungkapnya. (Tr01)