Strategi Keamanan Geopolitik Nasional Amerika
PRESIDEN Amerika Serikat, Joe Biden sebagai tantangan terbesar negara dan pemerintahannya. Biden yang bersifat ideologis dan pragmatis menyebut Cina sebagai musuh geopolitik “perjuangan antara otokrasi dan demokrasi”
Negara negara lain berniat untuk bekerja sama dengan negara adidaya dan adikuasa untuk mengatasi segala sesuatu yang mengancam negara maupun inflasi.
Dalam sebuah wawancara dengan Washington Post, Kissinger menyebut situasi ini sebagian memang dibuat-buat sendiri oleh AS. Ia juga mengaku tidak mampu memprediksi kemana muara penyelesaian dari ketegangan geopolitik ini.
“Kami berada di ambang perang dengan Rusia dan China pada isu-isu yang sebagian kami ciptakan, tanpa konsep apa pun tentang bagaimana ini akan berakhir atau apa yang seharusnya mengarah,” katanya dalam wawancara itu sebagaimana dilaporkan media Rusia, TASS
Baca Juga : Noviardi : Waspadai Inflasi Jambi Bergerak Liar Timbulkan Ketakpastian
“Anda tidak bisa sekarang mengatakan kami akan memisahkan mereka dan membuat mereka saling bertentangan. Yang dapat Anda lakukan hanyalah tidak mempercepat ketegangan dan menciptakan opsi, dan untuk itu anda harus memiliki beberapa tujuan.”
Figur diplomat kawakan berusia 99 tahun itu pun juga mengkritisi kebijakan diplomasi AS yang Ia rasa hanya mengikuti emosi sesaat. Ia bahkan menyebut ini sebagai masalah yang cukup serius.
“Saya pikir periode saat ini memiliki masalah besar dalam menentukan arah. Ini sangat responsif terhadap emosi sesaat,” tambahnya.
“Kita telah sampai pada titik di mana kita bisa dan harus mengatasi keduanya di bidang yang setara – persaingan geopolitik dan tantangan transnasional bersama. Untuk itulah kami membuat strategi yang sesuai dengan tujuan, baik untuk persaingan yang tidak bisa kami abaikan, maupun kerja sama global yang tanpanya kami tidak akan berhasil,” kata penasihat keamanan nasional Gedung Putih Jake Sullivan, ketika menjabarkan NSS pada acara yang diadakan oleh Universitas Georgetown dan Center for a New American Security hari Rabu (12/10).
Pemerintah AS juga mengakui bahwa China “juga penting bagi perekonomian dunia dan memiliki dampak signifikan terhadap tantangan bersama, khususnya perubahan iklim dan kesehatan masyarakat global” dan merupakan suatu yang hal mungkin untuk “hidup berdampiangan secara damai dan berbagi serta berkontribusi pada kemajuan kemanusiaan bersama.
Penulis :
Gussela Dwi Yanda Putri,
Mahasiswi Ilmu Politik Universitas Jambi
