BERITA JAMBI – Sebelumnya, Pengamat sosial dan politik Dr Pahrudin HM, sebut gerakan serupa Citayam Fashion Week (CFW) berpotensi hadir di Jambi. Potensi gerakan yang identik dengan istilah ‘Slebew’ tersebut, tuai sorotan dari Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi, Faizal Riza.
Seperti diketahui, CFW saat ini menjadi perbincangan nasional. Layaknya pameran mode pakaian seperti fashion week pada umumnya, yang bertempat di gedung mewah bagi kalangan tertentu. Belakangan ini, event itu di sulap dapat dinikmati banyak kalangan.
Baca Juga : Citayam Fashion Week Boleh Hadir di Jambi, Tapi di Jalan Batubara
Menariknya, kalangan remaja penyangga ibukota, menyulap fashion week itu di trotoar jalanan, tepatnya di kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat. Lenggak-lenggok memperagakan mode busana itu, turut menuai sorotan banyak pihak. Termasuk salah satunya, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.
Sementara, Pengamat Sosial Dr Pahrudin mengatakan, gerakan yang serupa CFW berpotensi hadir Jambi. Hal itu di sinyalir, fenomena tersebut mendadak viral, menjadi konsumsi media massa maupun media sosial.
“Jalan Soemantri Bojonegoro dan kawasan Kotabaru sekitaran Taman Remaja, itu berpotensi. Apa bahasa mereka itu, slebew ya,” bilang Dr Pahrudin belum lama ini.
Sorotan Dewan
Terpisah, Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi Faizal Riza menuturkan, kehadiran gerakan serupa CFW itu kecil kemungkinan hadir di Jambi.
“Belum ada tempat yang menjadi ikon, tempat berfoto anak muda. Kemungkinan, ya hanya di kawasan Kotabaru, Tugu Keris Siginjai,” ungkap Faizal, Jumat (30/07/2022).
Kendati demikian, dewan yang akrab disapa Icol ini menyambut baik potensi tersebut. Dengan catatan, bilangnya, selagi berdampak positif dan tidak menganggu masyarakat umum. Salah satunya, meningkatkan aktivitas ekonomi UMKM, seperti pedagang kaki lima.
“Dalam arti, UMKM hadir di sana. Misal pedagang pada hari biasa, hanya mendapat omzet 100 per hari, namun saat CFW bisa 300 ribu. Nah, itu bagus, untuk peningkatan ekonomi masyarakat sekitar,” tambahnya.
Selain itu, menurut kacamata politisi partai Gerindra ini beranggapan, gerakan serupa CFW berdampak bagi produktivitas kalangan remaja, khususnya di bidang fashion. Lantas, bagaimana dampak kemacetan arus lalu lintas yang di sinyalir oleh gerakan tersebut?
“Ditata, ada pengaturan lalu lintas. Misal, ada berupa rekayasa lalu lintas. Kita jangan melihat dari satu sisi saja. Contohnya tadi, UMKM berkembang, itu salah satu dampak positifnya.” tutupnya.
(Rpa)
