Begini Sosok Jembatan Mewah Ratusan Juta Yang Enggan Dilintasi Warga

MUARO JAMBI – Terbilang jauh dari pemukiman warga, jembatan besar dan tinggi dibangun untuk ratusan warga di Desa Pematang Gajah. Namun sayangnya, jembatan tersebut malah kurang digunakan warga yang sebelumnya melintasi jalur alternatif ini.

Usut punya usut, berkurangnya penguna kendaraan melintasi jembatan yang menelan dana APBD Muaro Jambi sebesar Rp700 juta lebih itu, lantaran kondisi jembatan yang malah menyulitkan untuk dilewati. Ketinggian jembatan, tak diimbangi dengan timbunan tanah atau material.

“Terlalu tinggi bang. Seharusnya, timbunan jembatan lebih panjang dari sekarang. Kalau seperti ini, kita kesulitan. Apalagi kalau lagi rame,” papar Udin, salah satu penguna motor saat ditemui awak media.

Kondisi ini makin diperparah dengan sisi jembatan yang terlalu dekat. Sehingga, timbunan jembatan yang menelan anggaran lebih dari Rp200 juta ini amblas dan memperkecil jalur lintasan. Bisa dibayangkan, sulitnya ratusan bahkan ribuan warga dari 3 Rukun Tetangga (RT) yang biasa menggunakan jembatan itu.

“Seharusnya lebih panjang 2-3 meter dari yang dibangun saat ini. Karena sekarang ini, sisi jalan sekitar 1 meter ini, tanah timbunan pada turun. Belum lagi timbunan terlalu dekat,” bilang Kepala Desa Pematang Gajah, Rohmat saat ditemui di kediamannya.

Seperti inilah kondisi jembatan yang dikeluhkan warga jika dilihat secara detail. Terlihat jarak yang menganga antara tanah dengan bagian atas jembatan.

Kades berharap, jembatan tersebut mendapat perhatian pemerintah. Jika dibiarkan, bukan tidak mungkin ‘memakan’ korban. Sejauh ini, Kades mengaku sudah melaporkan pada pihak terkait.

“Kita sudah sampaikan dengan Camat. Juga kita sampaikan dengan Dinas PU. Kita berharap, jembatan bisa ditambah timbunannya agar aman untuk dilewati. Kemudian, sisi jembatan yang menopang tanah atau material agar dipanjangkan seukuran timbunan,” pintanya.

Akibat kondisi jembatan tersebut, rupanya sudah ‘memakan’ korban jiwa. Hal ini disampaikan salah satu warga pada awak media.

“Saya dapat informasi, ada ibu-ibu BKMT yang terjatuh di jembatan. Tergelincir saat mendaki jembatan,” bilang Ibnu Hajar. (Win)