Gegara Beli Gerinda, Nyawa Pria di Batanghari Melayang Diujung Kecepek

HUKRIM – Gegara beli mesin gerinda seharga Rp 30.000, nyawa pria berusia 37 tahun di Maro Sebo Kabupaten Batanghari ini, melayang di ujung kecepek.

Sebelumnya Purwanto (39), pelaku pembunuhan terhadap korban M Hafis (37) Desa Buluh Kasab Kecamatan Maro Sebo Ulu Batanghari, menyerahkan diri pada polisi, Rabu (10/11).

Baca juga : Pemkot Sungai Terima Alat PCR Pemprov Jambi

Warga Desa Buluh Kasab Kecamatan Maro Sebo Ulu, sempat di hebohkan dengan tewasnya M Hafiz, yang di ketahui di tembak oleh purwanto.

Dalam Konferensi Pers Wakapolres Batanghari Kompol Andi Zulkifli, membenarkan bahwa pihaknya telah mengamankan pelaku penembakan, yang sempat membuat heboh warga Desa Buluh Kasab.

“Kita telah melakukan berbagai upaya, salah satunya melakukan pendekatan kepada pihak keluarga tersangka. Dan membujuk untuk menyerahkan diri,” katanya, Rabu (11/10).

Pengakuan tersangka setelah melakukan penembakan, Ia langsung melarikan diri ke Muara Bungo, yang berlanjut hingga ke Sumatra Barat.

“Dan Setelah 2 hari menghilang, tersangka kembali ke rumahnya,” tambahnya.

Kronologis

Andi juga menjelaskan, kronologis penembakan terjadi karena adanya rasa kesal tersangka terhadap korban. Di mana korban membeli gerinda dari anak tersangka, tanpa sepengetahuan pelaku.

Bermula dari Batu gerinda ini pun, nyawa pria di Batanghari tersebut melayang di ujung kecepek Purwanto.

“Setelah itu, tersangka kesal dan melakukan penembakan menggunakan kecepek. Ini yang biasa di gunakan untuk berburu babi,” jelasnya.

Alat bukti yang di amankan proyektil besi yang di gunakan tersangka, untuk menembak dan untuk senjata kecepek, masih dalam pencarian. Hal ini karena pada saat melarikan diri, tersangka membuang senjata tersebut ke sungai Batanghari.

Saat di konfirmasi, tersangka purwanto mengatakan penembakan terjadi karena dirinya merasa kesal terhadap korba,n yang membeli gerinda seharga 30.000 dari anaknya.

Lihat juga video : Saling Lempar Gas Air Mata, Demo di Jambi Ricuh

“Pas di tanyo dio dak ngaku malah ajak ribut. Saya pulang dan ambil kecepek,” katanya.

Tersangka pun penyesalan telah melakukan penembakan, yang merenggut nyawa Hafiz.

“Saya menyesal, dan mengakui semua kesalahan,” tutupnya. (Tr02)

 

Redaksi Dinamika Jambi

Kontak kami di 0822 9722 2033