BERITA POLITIK – Beredar kabar rencana aksi Nasional besar-besaran BEM Universitas Indonesia pada 5 Juli, BEM Universitas Jambi atau UNJA angkat bicara.
Jagat raya media nasional mendadak di ramaikan oleh informasi, rencana aksi Nasional besar-besaran BEM UI 5 Juli ini. Kabarnya, aksi ini juga bakal mengundang dari perwakilan BEM berbagai Provinsi.
Baca juga : Kapal Laut Tujuan Jambi di Batam Di tangkap Polres Barelang, Ternyata Bawa Ini
Akan tetapi, di lansir dari tempo.co, Ketua BEM UI itu membantah pemberitaan yang beredar.
Bahkan, Leon Alvinda Putra yang belakangan ini viral oleh unggahan organisasinya soal Jokowi The King of Lip Service itu, menyayangkan terjadinya pemberitaan rencana aksi tersebut.
Hal ini senada seperti di katakan Presiden BEM Universitas Jambi, Senin (05/07/2021) melalui telepon selulernya.
Presiden BEM UNJA, Kurnia Nanda menjelaskan, sejauh ini pihaknya belum mendapat informasi yang pasti.
Bahkan, Ia telah melakukan komunikasi bersama BEM Kampus lainnya di Jambi. Namun, belum juga mendapat informasi yang pasti soal rencana aksi tersebut.
“Saya bersama teman-teman dari Universitas lain di Jambi, sudah berkonsolidasi. Terkait itu, belum ada keputusan tepat. Sejauh ini belum ada,” ungkapnya.
Perlu Pertimbangan
Lebih lanjut, Mahasiswa Universitas Jambi ini juga menjelaskan, bahwa dalam menggagas sebuah demonstrasi tentu perlu pertimbangan.
Di mulai dari kematangan menguasai issu dan persoalan yang di suarakan, hingga penataan barisan di lapangan.
Tentunya hal ini guna menghindari hal yang tak di inginkan, seperti kericuhan dan lain sebagainya. Apalagi, mengingat situasi Covid-19 kali ini, menyebabkan penerapan PPKM Darurat Jawa-Bali.
“Namanya Mahasiswa, harus perlu pertimbangan. Kita takut juga, ketika di tanya kadang kita tidak bisa menjawab. Oke misal, Presiden BEM nya bisa menjawab, yang lain kadang ada yang tidak bisa,” tambahnya.
Di sisi lain orang nomor 1 di Organisasi Mahasiswa Universitas Jambi ini mengatakan, pihaknya sepaham dengan argumentasi BEM UI.
Lihat juga video : Saling Lempar Gas Air Mata, Demo di Jambi Ricuh
Yang mana, baru-baru ini melontarkan kritik pada Presiden RI Joko Widodo. Tak segan-segan, Kurnia menyoroti soal KPK yang saat ini santer di bicarakan.
“KPK harus kuat katanya. Justru, yang terjadi sekarang itu pelemahan KPK secara nyata. Kemudian, soal proyek impor ekspor itu tidak sesuai dengan yang terjadi. Jadi, dasar kami sebenarnya sama saja.” tutupnya. (Tr01)
