BERITA JAMBI – Walikota Jambi, H Syarif Fasha bantah Kota Jambi disebut masuk zona merah Covid-19. Karena menurutnya, sejauh ini tidak ada zona merah untuk di wilayah kota Jambi.
Hal ini disampaikannya, saat di temui awak media usai rapat Paripurna DPRD Kota Jambi, Selasa (22/06/2021).
Sebelumnya, menurut data Covid-19 Provinsi Jambi, tercatat bahwa Kota Jambi masuk ke dalam zona merah Covid-19.
Baca juga : 3 Daerah di Jambi Zona Merah Covid-19, Dewan : Satgas Harus Kerja Ekstra
Hal ini juga berdasarkan data yang di unggah akun instagram @bpbdjambi, yang menyebutkan bahwa Kota Jambi masuk dalam Zona Merah covid-19. Menyusul, 2 kabupaten lainnya, yakni Muaro Jambi dan Tanjabbar.
Akan tetapi, tetapi hal tersebut di bantah oleh Fasha. Bilangnya, tidak ada zona merah di wilayah, tanah pilih pusako betuah.
Ia juga menjelaskan, bahwa saat ini di wilayah Kota jambi sendiri tercatat paling dominan itu zona hijau. Jangankan merah, kawasan yang termasuk zona orange saja hanya beberapa.
Lalu, bagaimana bisa Provinsi Jambi menyebut Kota Jambi masuk zona merah? Hal itu pun di pertanyakan sang Walikota, mengingat berbeda dengan dari yang di himpun oleh Pemkot Jambi.
“Di Kota Jambi ini, 1.300 lebih itu zona hijau, 200 lebih itu zona kuning. Nah, zona orange hanya belasan. Untuk zona merah, itu tidak ada,” ungkapnya.
Selanjutnya, saat disinggung mengapa Provinsi Jambi menyebut Kota Jambi masuk Zona Merah, sedangkan data dari Pemkot Jambi tak demikian?
Sayangnya, orang nomor satu di Kota Jambi itu, tampaknya masih enggan memberikan jawaban.
“Kalau Provinsi sebut kami zona merah tidak apa-apa. Tanya dengan Provinsinya, bukan Walikota nya,” bebernya.
Hanya 35 Persen
Terlepas dari itu, Fasha juga menjelaskan bahwa sejauh ini, Rumah Sakit yang menangani Pasien Covid-19 masih sekitar 35 persen.
Itu artinya, pasien Covid-19 yang memerlukan penanganan medis di Kota Jambi tidak sampai dari 50 persen.
“35 persen baru terisi, 65 persen belum terisi. Mudah-mudahan tidak terisi ya,” imbuhnya.
Oleh karena itu, agar angka kesembuhan Covid-19 di Kota Jambi bisa terus membaik, pihaknya, instruksikan tiap Puskesmas untuk rutin melakukan visit secara masif.
Dengan demikian, data yang di peroleh pun bisa lebih optimal. Bilangnya, bila perlu para petugas medis datangi tiap rumah warga, yang tengah menjalani isolasi mandiri di rumah.
Berita lain : Teng, Fadhil Dipastikan Bakal Kantongi SK Ketua DPW PPP Jambi
Selain itu, baru-baru ini juga aturan baru yang menyebutkan, warga yang isolasi mandiri selama 14 hari, sesuai dengan Protokol Kesehatan Covid-19, maka dapat di nyatakan sembuh.
“Puskesmas sesering mungkin visit, jadi kita perbanyak kesembuhan. Karena, pasien-pasien di rumah itu banyak yang sembuh, tapi tidak terdata. Ada aturan lagi, lewat dari 14 hari isolasi mandiri, itu di nyatakan sembuh,” tukasnya. (Tr01)
