Asap PT SBPU Cemarkan Udara, Warga : Demi Tuhan, Kami..

SENGETI – Warga mengeluhkan asap pembakaran sisa produksi Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Sungai Bahar Pasifik Utama (SBPU) yang terletak di Desa Kunangan Kecamatan Taman Rajo Kabupaten Muaro Jambi.

Pantauan di lokasi, asap yang keluar dari hole atau corong asap pabrik tersebut terlihat hitam pekat membuat warga sekitar terganggu yang kebetulam berada dekat dengan 2 desa yakni Desa Niaso dan Desa Bakung Darat Kecamatan Maro Sebo.

Seperti yang disampaikan, Raiman (40) warga sekitar menyebutkan, diwaktu tertentu asap yang keluar dari corong asap PT SBPU menimbulkan debu yang warna hitam. Bahkan terkadang tercium aroma kebakaran.

“Kami tidak tahu lagi harus mengadu ke mana. Maklum, kami rakyat kecil yang tidak pernah mendapat pertolongan dari para pejabat berwenang yang menangani masalah polusi yang ditimbulkan Pabrik PT SBPU,” sampainya.

Begitu juga yang dipaparkan oleh, Usman (38) merasa sangat resah akibat polusi udara serta bau kurang enak yang sangat menyengat.

“Yang ditakutkan katanya asap tersebut bisa menimbulkan penyakit. Demi Tuhan, kami masyarakat sangat resah,” terangnya.

Dilain pihak, Firmansyah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Muaro Jambi, menyampaikan, sudah menerima keluhan warga setempat terhadap asap yang dikeluarkan dari Hole PKS PT SBPU. Pihaknya sudah memberikan peringatan secara lisan.

“DLH sudah peringatkan PT SBPU untuk menaikkan corong asapnya,” terangnya.

Kadis LH menambahkan, sekarang hole 25 meter dari ukuran bangun produksinya. Dan PT SBPU harus menaikan Hole sekitar 6 meter lagi. “Kita berikan waktu minimal 60 hari dan maksimal 164 hari. Kalau tidak ada tindakan baru diberi peringatan tertulis, sebanyak 3 kali,” jelasnya.

Katanya lagi DLH juga menyarankan, corong asap PT SBPU harus ada astrep dan dastrep alat penangkap debu dan asap. Sehingga asap yang dikeluarkan tidak mengeluarkan debu yang bercampur karbon hingga tidak lagi mengganggu warga yang berada disekitar pabrik. (Din)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *