TANJABBAR – Antisipasi Karhutla,K Tanjung Jabung Barat merupakan salah satu daerah di Provinsi Jambi, yang rawan akan bencana kebakaran hutan saat musim kemarau tiba.
Sebagai wilayah yang miliki lahan gambut, tak ayal Kabupaten pesisir ini setiap tahunnya selalu ditemukan Kebakaran Hutan dan Lahan(Karhutla).
Baca juga : Janji Al Haris di Pamenang Ingkar Lagi, Zainuri : Jangan Cuma Janji
Untuk antisipasi Karhutla tersebut, pemerintah Kabupaten Tanjabbar kini tengah mempersiapkan kesiagaannya, dalam menghadapi musim kemarau. Serta Kebakaran hutan dan lahan nantinya.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala BPBD Tanjabbar Drs. Zulfikri, pada sejumlah awak media Sabtu (25/07/2020).
Ia menyebutkan bahwa pemkab Tanjabbar bersama instansi terkait, baik TNI dan polri kini tengah mempersiapkan diri, dalam mengantisipasi menghadapi musim kemarau dan Karhutla.
“Informasi yang diperoleh dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG/red), bahwa perkiraan kemarau agak bergeser dari Juni, Juli dan Agustus. Menjadi Agustus dan September puncaknya,” ujarnya.
“Untuk menghadapi itu, sekarang ini kita siapkan sumber daya manusia. Peralatan maupun dukungan dari pihak perusahaan, yang terlibat dengan karhutla.” Tambahnya.
Sehingga nantinya Penanganan karhutla bisa maksimal dilakukan di Tanjung Jabung. Bahkan kalau bisa tidak terjadi Karhutla.
Untuk itu, kata Zul baik itu secara administrasi penetapan bahaya siaga Karhutla, sudah lakukan. Kemudian juga dalam penetapan personil yang akan libatkan, dalam posko lapangan atau posko ajuan.
“Sedangkan untuk persiapan alat, memang sudah kita lakukan persiapan. Memang ada beberapa peralatan yang kurang baik, namun kan kita perbaiki,” ungkapnya.
Banyaknya Perusahaan Yang Beroperasi
Saat disinggung banyaknya perusahaan beroperasi di Tanjabbar, perusahaan apa saja yang konsisten dalam penanganan Karhutla ini?
Kata Zul ada beberapa perusahaan yang menyatakan sudah konsisten, dalam Karhutla ini baik itu PetroChina, dan WKS. Mereka sudah mempunyai regu pemadam kebakaran.
“Sebagian perusahaan perusahaan besar ini, memang memiliki menara pemantau dan memiliki mesin mesin, untuk pemadam. Kalau secara pengalaman, perusahaan besar seperti WKS dan PetroChina ini sudah teruji,” imbuhnya.
Lihat juga video : Klik Disini
Selain itu, untuk persiapan lainnya sejauh ini ada beberapa embung untuk persediaan air, apabila terjadinya kebakaran nantinya.
“Kalau dilihat oleh otoiklim yang di sampaikan oleh BMKG, dalam musim kemarau yang bergeser kesediaan embung saat ini cukup. Karena potensi hujan yang seringkali muncul di Provinsi Jambi. Artinya kesediaan air sudah cukup termasuk juga sumur-sumur bor, yang sudah di bangun oleh badan restorasi jambi,” pungkasnya. (hry)
