SAROLANGUN – Tak hanya tugas sebagai penegak hukum, Polres Sarolangun yang belakangan gencar sosialisasi menjaga lingkungan dari tambang ilegal, diam-diam mengeksplorasi potensi wisata di Bumi Sepucuk Adat Serumpun Pseko.
Kapolres Sarolangun, AKBP Dadan Wira Laksana S.IK, M.AP belakangan rupanya mendorong Kapolsek untuk mengenalkan alam dan obyek wisata dalam wilayah hukumnya masing-masing. Hasilnya, dalam sepekan upaya tersebut sudah membuahkan hasil potret dan potensi wisata yang diantaranya masih terpendam.
“Ini Kapolsek langsung yang turun. Ini yang ada di Batang Asai. Memang masih belum dikemas untuk umum,” kata Kapolres seraya menunjukkan vidio dan gambar pada Dinamika Jambi, Rabu (2/8) sore.
Berita Lain : Pariwisata Kerinci Mengeliat, Zola Sampaikan Perkembangan di Festival Danau
Ditemui diruang kerjanya, Kapolres yang juga memperlihatkan “hasil karya” Kapolseknya seperti objek wisata Cik Minah, Taman Rimbo Rajo di Singkut serta sejumlah potensi wisata daerah lain, mengaku terpanggil untuk melakukan hal ini.
“Sebenarnya, kita dianugerahi kekayaan alam luar biasa. Potensi wisata alam kita masih banyak. Kenapa ngak kita olah? Ayo, sekalian merawat dan menjaga lingkungan kita,” ungkap Dadan dalam pertemuan.
Meski terbatas kemampuan, Kapolres tetap semangat untuk mempromosikan wisata lokal lewat jajarannya. Ia berharap dukungan berbagai elemen masyarakat untuk mengali potensi wisata.
Berita Terkait : Serius Soal Tambang Ilegal, Begini Cara Kapolres Sarolangun
Tak berlebihan memang. Dalam upayanya menjaga lingkungan, Kapolres kini gencar bersosialisasi dan melakukan pendekatan ke masyarakat dalam meredam tambang ilegal.
“Jangan mikir sekarang, mikir juga masa depan, anak cucu kita.” pungkasnya.
