TANJABBAR – Pemkan Tanjung Jabung Barat, baru akan distribusikan bantuan sembako kepada masyarakat, jika status keadaan Covid-19 naik menjadi Tanggap Darurat.
Hal ini disampaikan Bupati Tanjabbar, Dr Ir H Safrial Ms, bahwa Pemkab akan distribusikan sembako, jika Kabupaten pesisir itu sudah tanggap darurat.
Baca juga : Pasien Positif Corona Terus Meningkat, Hari Ini Pria Umur 63 Asal Kota Jambi
“Kita masih mengikuti dengan ketetapan dari Pemprov Jambi, dan ini masih menunggu.” Ujar Safrial.
Bupati menyebutkan bahwa sebelum ditetapkanya, kenaikan status keadaan Covid 19. Pihaknya akan memberikan bantuan berupa beras, kepada masyarakat Kabupaten Tanjabbar yang membutuhkan.
“Beras Pemkab Tanjabbar ada sekitar 20 ton,” katanya.
Namun, tidak sembarang orang bisa mendapatkan beras milik Pemkab Tanjabbar ini.
Beras tersebut akan didistribusikan ke seluruh Camat yang ada di Tanjabbar, dan kemudian akan dibagikan kepada masyarakat, yang benar-benar tidak memiliki beras.
“Akan di realisasikan, nunggu status ini naik. Ada sekitar 20 ribu KK, di tambah dengan 11 ribu PKH,” imbuhnya
Pun demikian, kalau masyarakat memang betul-betul tidak ada beras, boleh di telpon di call center Pemkab Tanjabbar.
“Tadi saya sudah perintahkan beras pemkab itu disebarkan dulu ke kantor camat, di seluruh Tanjabbar,” bebernya.
Dirinya juga menegaskan, jika nanti ada masyarakat mengadu, bahwa mereka yang kelaparan karena tidak mempunyai beras. Maka pihaknya akan cek ketua RT, apakah memang benar-benar dibagikan atau tidak beras tersebut.
“Kalau memang tidak ada ambil beras itu,” ucapnya.
Sementara, diungkapkannya bahwa beras tersebut diluar dari anggaran, untuk penangganan Covid-19.
Lihat juga video : Data COVID-19 Provinsi Jambi
20 ton tersebut, merupakan cadangan beras, yang dimiliki pemkab Tanjabbar.
“Ini di luar bantuan itu (dari anggaran Covid 19). Kalau ada masyarakat kita yang memang betul-betul tidak punya beras, kontak kita. Kita pemkab ada cadangan beras 20 ton, jelang status itu dinaikan,” tutupnya. (Hry)
