SAROLANGUN – Kebutuhan sarana transportasi jalan dan jembatan cukup mendesak di sejumlah desa di Kecamatan Batin VIII Kabupaten Sarolangun. Khususnya Desa Rantau Gedang dan Tanjung Gagak, pembangunan jembatan sangat mempengaruhi kehidupan masyarakat dan tentunya ekonomi sebagai penunjang perkebunan.
Hal ini terlihat dalam reses anggota DPRD Provinsi Jambi, Abdul Salam HD baru-baru ini di Desa Rantau Gedang. Di konstituennya ini, Salam mendapati aspirasi pembangunan jalan dan jembatan. Meski sempat sedikit salah pengertian, namun antar desa yang diwakili perangkat desa dan warga itu, sebaliknya saling mengalah.
“Kalau memang syarat untuk pembangunan jembatan dak biso dipenuhi Desa Rantau Gedang, pindahkan bae ke desa kami, Tanjung Gagak. Jembatan ini fungsinyo menghubungkan kami ke Merangin. Selain itu, biso menempuh Kecamatan Cermin Nan Gedang (CNG). Jadi, biso menembus 3 kecamatan dan 2 kabupaten. Tapi kalau masih biso, yo kami ngalah bae dulu,” bilang Kepala Desa Tanjung Gagak
Mendapati pernyataan Kades tetangga, warga dan perangkat Desa Rantau Gedang cukup terpancing. Dalam penyampaian aspirasi itu, pembicara Desa Rantau Gedang berkali-kali menegaskan kemampuan mereka untuk memenuhi syarat-syarat pembangunan jembatan. Namun begitu, Salam tetap memperjuangkan aspirasi ini.
“Yang penting, kita lihat dulu. Catat kebutuhan apa saja. Kalau nanti dinas terkait survey dan melihat kebutuhan dan fungsi jembatan di desa mana yang penting, harus siap menerima,” tutur Salam yang disambut Kades dan warga.
Baca Juga : Kondisi Jembatan Menkhawatirkan, Warga Minta Perhatian Pemkab
Baca Juga : Proyek PU Provinsi Tak Terurus, Jembatan 16 Milyar Di Tanjabbar Terbuang Sia-sia
“Nanti kami akan diskusi dengan perangkat desa dan warga. Apakah peluang ini bisa kami dapatkan, kami akan usahakan. Tapi kalau nantinya syarat akses jalan untuk jembatan belum memenuhi, ya kami siap memberikan kesempatan bagi saudara kami. Tentu dengan komitmen,” kata Kades Rantau Gedang.
Salam Maksimal Berjuang Untuk Jembatan
Kesepakatan ini pun mendapat apresiasi politisi Hanura itu. Bilangnya, Ia akan berjuang maksimal dalam Badan Anggaran DPRD Provinsi Jambi.
Sebelumnya, aspirasi Salam untuk konstituennya pada jembatan adalah pembangunan Jembatan Jelatang yang tengah dibangun.
Perjuangan pembangunan fasilitas publik yang menelan anggaran Rp 35 Miliar dari APBD Provinsi tahun 2015 itu digunakan masyarkat di banyak desa dalam 2 kabupaten bertetangga. (Erw)
