Digedor Pelanggan Tak Jawab, Yuliana Sudah Bersimbah Darah

MUARO JAMBI – Warga RT 01, Desa Bukit Baling, Kecamatan Sekernan, Jum’at pagi (26/10) di gemparkan dengan penemuan mayat perempuan tergeletak di sebuah warung oleh warga setempat.

Mayat tersebut diketahui belakangan bernama Yuliana (40) ini, ditemukan oleh seorang pedagang penjual jangkrik, di dalam warung miliknya sendiri, dalam keadaan sudah tidak bernyawa.

Saat dikonfirmasi Kapolsek Sekernan, IPTU Edi Bernawan membenarkan bahwa adanya penemuan mayat seorang perempuan tersebut. Korban ditemukan sekitar pukul 11.00 Wib pagi, didalam toko miliknya sendiri.

Dirinya mengatakan bahwa untuk sementara ini, tewasnya wanita paruh baya ini, diduga akibat dibunuh.

“Dugaan sementara saat ini tewasnya korban karena dibunuh. Tapi itu baru sebatas dugaan. Karena untuk mengetahui lebih lanjutnya, masih menuggu hasil fisum, dan saat ini mayatnya masih berada di RSUD Ahmad Ripin Sengeti.” kata Edi lewat selulernya, Jum’at (26/10/18).

Sedangkan menurut warga setempat, Iis menceritakan bahwa korban ditemukan pertama kali, oleh seorang penjual jangkrik langganan suaminya. Pada saat itu, Ia sedang menjajakan jangkrik ke warung korban. Karena suaminya korban ini memang suka memelihara burung, jadi si penjual jangkrik ini memang sudah sering datang ke toko korban untuk menjual jangkriknya.

“Ketika si abang penjual jangkrik ini manggil-manggil tindak ada yang menjawab dari dalam toko, lalu dilihat ke dalam teryata korban sudah tergeletak dilantai dalam keadaan sudah tidak bernyawa.” terang Iis berdasarkan informasi yang ia dengar dari toko toko di sebelah toko korban.

Sementara itu, Ketua RT 01 Desa Bukit Baling, Eko juga membenarkan hal tersebut. Dirinya mengatakan kalau korban bernama Yuliana ini adalah adalah warganya. Korban bersama 3 orang anak dan suaminya, Alex tinggal di warung tempat korban ditemukan tewas.

“Korban ini sudah lama tinggal di Desa Bukit Baling, aslinya adalah orang Sabak. Ketiga anak korban adalah hasil dari dua kali pernikahan korban. Dimana dua orang dari hasil pernikahan pertamanya dan satu orang anak lagi dari hasil pernikahan korban yang kedua bersam suaminya yang saat ini.” pungkasnya.
(*/Din).

Redaksi Dinamika Jambi

Kontak kami di 0822 9722 2033

You cannot copy content of this page