JAMBI – Gubernur Jambi, H.Zumi Zola, S.TP,MA mengemukakan, Pemerintah Provinsi Jambi dan PLN serta seluruh pihak terkait terus mencari solusi pemenuhan kebutuhan listrik untuk masyarakat. Hal tersebut dinyatakan oleh Zola usai meninjau PLTG dan PLTU Sei Lincah, Kota Jambi, Sabtu (2/7) siang
Menyikapi defisit listrik PLN, Zola bilang, pemerintah dan PLN berupaya maksimal untuk menambah suplai energy listrik Provinsi Jambi.
“Sejauh ini memang Provinsi Jambi ini defisit sampai 100 Mega Watt (MW), kurangnya 100 MW, kebutuhan puncaknya itu ada di 300 MW, saat ini baru bisa disuplai 200 MW. Itulah mengapa terjadi pemadaman selama ini. Sumber-sumber kita itu ada dari tegangan dari Sumatera Barat, Sumatera Selatan, dan juga Lampung. Ketiga sumber ini sedang perawatan, artinya supai tidak maksimal,” ujar Zola saat meninjau PLTG.
Sementara keberadaan PLTU Sei Lincah yang bahan bakunya fiber ampas dari sisa perasan kelapa sawit dan dari cangkang sawit, membantu PLN dalam menyuplai listrik. Gubernur bilang, tahun 2017 PLTU akan dibangun di Kabupaten Merangin.
“Tahun 2017 akan kita bangun seperti ini di Kabupaten Merangin. Kita berharap, yang di daerahnya banyak kebun sawit, itu bisa kita bangun lagi seperti ini karena bahan bakunya sudah ada. Sedang kita kaji ini, tetapi yang jelas, tahun 2017 akan dibangun di Merangin. Jadi kita terus mencarikan solusi bagaimana untuk dapat memenuhi kebutuhan listrik untuk masyarakat,” jelas Zola.
“Dari PLN dan Pemda mencarikan solusinya, dan mohon dukungan dari semua pihak. Alhamdulillah swasta juga mendukung, dan juga kepada pengguna sawit untuk bisa membantu kami juga, daripada limbah sawitnya dibuang, lebih baik kita gunakan untuk kebutuhan masyarakat,” pungkas Zola.
Manajer Sektor PLTG Sei Lincah, Ardani Fikriansyah menyatakan, semua Sumatera sistemnya sudah terkoneksi. Untuk kapasitas terpasang di Provinsi Jambi ini baru mencapai 200 MW dari kebutuhan 300 MW, yang selisih 100 MW disuplai dari Sumatera Selatan dan Riau. “Manakala ada perawatan pembangkit di Sumbar, defisit atau kekurangan dibagi se Sumatera,” ungkap Ardani Fikriansyah.
