2 Bangunan Pasar Menuai Polemik, Ini Kata Bupati

TANJABBAR – 2 bangunan Pasar Rakyat yang berada di Kecamatan Tebing Tinggi dan Kecamatan Tungkal Ilir, Kabupaten Tanjung Jabung Barat kini menuai polemik.

Dibangun menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2019 lalu, dengan dana hingga milyaran rupiah. Dua bangunan tersebut terkesan sia sia.

Baca juga : Dampak Covid-19, Komoditi Karet di Jambi Turun Signifikan

Padahal bangunan pasar yang menuai Polemik tersebut, telah selesai dibangun. Namun seakan tidak dimanfaatkan secara maksimal. Alih-alih membuat para pedagang bukannya untung, tapi malah buntung.

Menanggapi akan hal ini, Bupati Tanjung Jabung Barat Dr Ir H Safrial MS menyebutkan, bahwa dirinya sudah memberitahukan dengan mendesak Kepala Dinas Koperindag Tanjabbar. Ini untuk sementara membebaskan dulu sewa lapak, kepada para pedagang.

“Itulah makanya saya bilang kemarin dengan Pak kadis ( Safriwan), coba didorong dulu masyarakat apa insentifnya. Seperti di tebing kenapa kita tidak bebaskan dulu sewanya, 6 bulan atau setahun.” Ujarnya.

Ia juga mengatakan bahwa jika nanti pedagang sudah merasa nyaman, baru Pemda tarik sewanya. Walaupun sewanya tidak tarik, tetapi air sama listriknya tetap dibayar.

“Tadi saya bilang saya minta pak Sekda ikut campur tangan, mengurus 2 pasar itu. Nanti kita akan tindak tegas, kalau memang mereka tidak mau masuk.” Ungkapnya.

Ia menyebutkan, bahwa untuk sementara agar memberikan kebebasan pedagang, supaya menunggu bangunan lapak tersebut.

“Dari pada tidak ditunggu, nanti jika pedagang sudah merasa nyaman, dan mempunyai pelanggan yang banyak baru kita tarik.” Terangnya.

Dibuat Ruang Terbuka Hijau

Selain itu, ia menyampaikan jika di belakang Pasar Rakyat Parit 1 Kuala Tungkal. Nantinya akan dibuat ruang terbuka hijau, dan tempat parkir yang luas.

“Mangkanya saya suruh Kimrum, nanti segera buat ruang terbuka hijau dan tempat parkir yang luas. Sehingga tidak ada alasan orang tidak parkir di situ, dan tidak boleh lagi parkir di jalanan,” sebutnya.

Lihat juga video : Klik Disini

Terkait hal ini kata Bupati, dirinya juga akan memanggil lagi Kadis Koperindag dan Camat. Bagaimana agar bisa menertibkan Pasar Rakyat yang di Parit 1, dan termasuk yang pasar Tebing Tinggi yang dikeluhkan.

“Pasar dibangun sampai 6 milyar, tetapi pedagang masih berjualan di luar. Mungkin nanti sewanya dibebaskan dulu, mungkin itu insentifnya.”  Pungkasnya. (hry)

 

Redaksi Dinamika Jambi

Kontak kami di 0822 9722 2033

You cannot copy content of this page