Dampak Covid-19, Komoditi Karet di Jambi Turun Signifikan

Dampak Covid-19, Komoditi Karet di Jambi Turun Signifikan

Berita Bisnis Berita Daerah

MUARO JAMBI – Dampak pandemi Covid-19 saat ini, ekspor dan impor, terutama Komoditi Karet di Provinsi Jambi turun signifikan.

Hal ini juga memicu kelesuan hampir pada semua linear aktivitas usaha. Mulai dari perusahaan besar, hingga yang kecil.

Baca juga : Kepala Kejati Jambi Diberhentikan, Ini Jabatan Barunya

Salah satu contoh, perusahaan BUMN banyak perusahaan yang terkena dampaknya. Diantaranya yakni PT Pelabuhan Indonesia, yang berlokasi di Desa Talang Duku, Kecamatan Taman Rajo, Kabupaten Muaro jambi.

Dampak Pandemi Covid-19 saat ini, Perusahaan tersebut mengalami penurunan drastis, dalam transportasi pengiriman peti kemas. Sehingga memuat komoditi dominan ekspor dari Provinsi Jambi.

Kegiatan dalam dasawarsa sekarang, di masa pandemi mengalami penurunan yang cukup drastis, dibandingkan dengan tahun lalu.

Berdasarkan pengakuan Humas PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) Sandha Tris Hardjanto, saat dikonfirmasi dinamikajambi.com pada hari Rabu,(29/07/2020).

Dirinya mengatakan, selama Pandemi Covid-19 saat ini, kegiatan kapal yang bersandar dan beraktivitas, di pelabuhan Talang Duku menurun hingga 29 persen dibanding tahun lalu.

Sebagaimana diketahui, pada semester 1 tahun 2019 lalu, ada sekitar 612 kapal bersandar. Namun saat ini menurun menjadi sekitar 29 persen, di semester tahun ini hanya 598 kapal.

Selain kegiatan kapal, aktivitas angkutan petikemas pun, turut mengalami penurunan.

Pengaruh Pandemi ini, sangat signifikan, pada Semester 1 tahun 2020 dibandingkan semester 1 tahun lalu

“Kegiatan petikemas dampaknya sangat signifikan. Dimana, pada Semester 1 tahun 2020 sebanyak 15.339 peti kemas. Sedangkan pada semester 1 tahun 2019 lalu, ada sekitar 16.876 peti kemas saja. Turun 29 persen, terutama di komoditi kegiatan ekspor dan impor,” terangnya.

Lihat juga video : Klik Disini

Ia menambahkan, hal yang serupa juga terjadi pada komoditi karet di Jambi yang turun signifikan. Dimana ini sebagai komoditas dominan di Jambi.

“Komoditi karet turun tajam sekitar 20 persen. Sementara, untuk kegiatan Moulding atau Plywood ,1 persen, coconut 18 persen. Dikalkulasikan secara keseluruhan turun menjadi 18-32 persen,” pungkasnya. (very)