MERANGIN – Sebagian perangkat desa yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Merangin kembali mengadakan kegiatan bimbingan tekhnis atau Bimtek kades ke Jambi, Jakarta dan Lombok, Nusa Tenggara Barat, 26-31 Juli 2018 lalu.
Setidaknya Rp. 1.080.000.000,- anggaran dana desa habis “tersedot” dalam kegiatan Bimtek 108 desa di Kabupaten Merangin itu.
“Biaya Rp. 10 juta ditanggung masing-masing Desa menggunakan dana ADD,” ungkap Samsul Fu’ad yang tak lain adalah ketua APDESI Merangin.
Terkait perbedaan karakter wisata Merangin jika dibandingkan dengan karakter wisata Lombok yang sudah skala nasional bahkan internasional. Fu’ad menegaskan perbedaannya hanya terletak di objek wisata lautnya saja.
Lihat Video : Sekda Sampaikan PAD 2019 Penuhi Target
“Sedangkan air terjun, danau, kita sama seperti mereka (Lombok). Harapannya bagaimana kita bisa seperti mereka,” lanjutnya.
Fuad mengatakan APDESI akan melakukan rapat koordinasi dengan perangkat desa agar bisa diaplikasikan ke Merangin.
“Terkait hasil Bimtek dan orientasi lapangan ke Lombok akan kita adakan rakor, saat ini teman-teman baru pulang biar istirahat dulu,” katanya.
Sementara Kapala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Merangin M. Ladani mengatakan, hasil Bimtek kades tersebut bisa menjadi pembelajaran bagi anggota APDESI untuk diterapkan dalam wisata Merangin.
Baca Juga : Biaya Bimtek Kades di Merangin Rp 4,5 Juta Disoal, Padahal Belum Termasuk Tiket
“Semoga bisa menjadi pembelajaran bagaimana mengelola potensi wisata alam di Desa masing-masing untuk menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang besar bagi daerahnya,” ujar Ladani.
Disinggung adanya beberapa Kades yang tidak berangkat menyebutkan kegiatan tersebut tidak efektif. Ladani hanya menjawab diplomatis.
“Ya, bagi mereka yang tidak berangkat itu adalah pandangan mereka. Dia (Kades) menganggarkan adalah kewenangan mereka sendiri.”
“Kita kan cuma sekedar memberikan dasar informasi kegiatan,” jelas Ladani.
(Cra)
