Kades di Merangin kembali gelar Bimbingan Teknis. Biaya Bimtek Kades di Merangin Rp 4,5 juta disoal, padahal belum termasuk tiket.

Biaya Bimtek Kades di Merangin Rp 4,5 Juta Disoal, Padahal Belum Termasuk Tiket

Berita Daerah

MERANGIN – Kades di Merangin kembali gelar Bimbingan Teknis. Biaya Bimtek Kades di Merangin Rp 4,5 juta disoal, padahal belum termasuk tiket.

Gelaran Bimtek para kepala desa di Kabupaten Merangin ini menyedot anggaran Rp 4,5 juta diluar tiket keberangkatan. Total biaya kades menyedot Rp 9-10 juta/peserta.

Dikonfirmasi Dinamikajambi.com, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Merangin, Andrie Fransusman menanggapi.

Bintek berdasarkan SBU (Standar Biaya Umum) Pemkab itu maksimal kalau pelaksanaan dibawah 5 hari, Rp 4.500.000.

“Kalau diluar itu, berarti melanggar SBU,” katanya.

SBU itu berupa biaya hotel, pemateri, makan minum selama bintek. SBU atau uang kontribusi ini dari Anggaran Desa atau APBDes.

“Uang kontribusi itu apa? Adalah uang registrasi pendaftaran. Dalam uang itu ada fasilitas yang diterima oleh peserta berupa materi dari para narasumber, kemudian akomodasi selama bintek,” katanya.

Baca Juga : 3 Orang Pegawai di Dinas Pariwisata Provinsi Reaktif Covid-19

Akomodasi ini berupa makan dan minum dalam biaya 4,5 juta. Diluar itu, ada biaya lain, itu kembali ke peserta dan penyelenggara.

“Mungkin ada peserta minta dikoordinir tiket pesawat. Kemudian ada lagi, agen travel untuk ke lokasi acara,” paparnya.

Andrie menerangkan, bila hal ini ada yang ingin memesan tiket bersama atau pesan sendiri tergantung kesepakatan peserta maupun APDESI.

“Cuma jangan sampai nanti hak peserta berupa uang harian, misalkan ada dalam itu, itu yang mengelola, masing-masing peserta. Karena biasanya, ada uang harian,” terangnya.

Ada 3 unsur uang harian itu. Ada uang makan minum, uang saku dan transport lokal.

Andrie mengatakan, bagaimana pengunaan anggaran itu akan dipertanggungjawabkan.

Sementara soal penyelengara, Dinas PMD belum mengetahui pasti lembaga atau pihak ketiga mana. Namun pastinya, DPMD Merangin mengevaluasi hal itu.

“Kami minta mempresentasikan. Kami liat ijinnya, kompetensinya seperti apa,” katanya.

Bimtek Kades di Merangin

Lalu, bagaimana dengan pandemi Covid-19. Bagaimana bintek ditengah pandemi Virus Corona? Andrie mengatakan telah menyertakan hal itu dalam surat.

“Agar pihak penyelenggara memastikan protokol kesehatan. Mulai dari berangkat, sampai kembali. Salah satunya itu. Dan pihak penyelenggara berkoordinasi dengan satgas di lokasi,” paparnya.

Baca Juga : Wow Biaya Bimtek APDESI Merangin Telan Anggaran 1,08 M

Untuk diketahui, pada Juli 2018 lalu, perangkat desa yang tergabung Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Merangin mengadakan Bimbingan Teknis ke Jambi, Jakarta dan Lombok.

Bimtek 108 desa itu menyedot anggaran Rp 10 juta/peserta dan total menyedot Rp 1.080.000.000 selama 6 hari.

Ketua APDESI Merangin, Abu Bakar Acang mengatakan bila Bimtek ini seperti tahun-tahun sebelumnya. Namun berbeda tahun ini, biaya terbilang setengahnya dari tahun lalu.

Baca Juga : Sekda Tanjabbar Buka Bimtek Bantuan Keuangan Parpol

Terkait hal itu, seperti halnya Andrie, Acang pun mengatakan biaya itu diluar tiket keberangkatan.

Meski belum memastikan berapa biaya yang dibutuhkan, namun Acang yang merupakan Kades Mentawak itu mengatakan kebutuhan diatas Rp 4,5 juta.

“Seharusnya dibikin pengunaan dana itu diluar biaya keberangkatan,” terangnya.

Disinggung dengan kapan bimtek berlangsung, Acang mengaku belum bisa memastikan. Ini melihat situasi pandemi.(Red)