TANJABBAR – Warga yang hidup di bawah garis kemiskinan, yang menghuni tempat tinggal tidak layak sepertinya masih saja ditemukan di wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Barat.
Potret buram warga miskin yang kurang mendapat perhatian dari pemerintah ini ditemukan di wilayah Kecamatan Betara.
Maadi salah satunya, warga miskin yang tinggal di RT 01 desa Suak labu ini, hanya menghuni tempat tinggal berukuran 2X2 meter, tidak memiliki tempat masak maupun WC. Mirisnya, lelaki yang sehari-hari hanya berkerja sebagai buruh lepas serabutan ini diketahui sejak 5 tahun tinggal di pos ronda yang dibangun oleh warga setempat.
Bahkan, karena kemiskinannya, ia sebelumnya tinggal ditempat parkiran motor yang tak terlalu jauh dari tempat ia tinggal saat ini.
“Saya pernah tinggal ditempat parkiran selama satu tahun,” ujarnya.
Kata Maadi, dirinya sampai tinggal dipos ronda saat ini, karenakan tempat parkiran yang Ia huni setahun yang lalu itu saat ini kondisinya sudah roboh. Dengan Usulan masyarakat setempat ia oun dipindahkan ke pos ronda.
“Dari pada pos ronda ini tidak ada yang jaga, saya pun pindah ke sini,” bebernya.
Ia menyebut beberapa tahun yang lalu, pos ronda yang ditempatkannya ini pernah diusulkan ke pemerintah untuk diberikan bantuan layaknya seperti tempat tinggal. Namun harapan yang ditunggu- tunggu sampai saat ini tak kunjung terlaksana.
“Memang sudah beberapa kali disurvei, dan di foto-foto juga sama dinas terkait. Hingga saat ini belum ada kabar akan diberikan bantuan,” katanya sembari berharap ke pemerintah.
Terpisah, salah seorang toko masyarakat desa setempat, M Yani menuturkan, warga terpaksa memberikan tempat tinggal di pos ronda, dikarenakan warga tidak ada pilihan lain untuk dijadikan tempat tinggal.
“Kita sudah pernah mengusulkan ke pemerintah, melalui ketua RT, namun sampai saat ini belum ada tanggapan sama sekali.” Ujarnya.
Sementara itu, warga lainnya Jamhuri yang juga menempati gubuk yang dalam kondisi reot sampai saat ini juga belum tersentuh bantuan dari pemerintah setempat.
Ia mengatakan, sejak tahun 2016 silam, gubuk reot nya sudah dua kali disurvei untuk dibantu program bedah rumah, namun sampai kini tak ada realisasinya dari pemerintah.
” Sampai saat ini, belum juga ada kabar dari pemerintah, untuk membantu tempat tinggal kita yang sudah bocor dan tidak layak huni ini.” Keluhnya.(hry)
