Wapres JK Sebut SBY Zalim Karena…

JAKARTA – Wakil Presiden (Wapres) RI Jusuf Kalla mengungkapkan adanya kebijakan pemerintah pada zaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang tidak berkeadilan. Kebijakan tersebut, terkait program kredit usaha rakyat (KUR).

 

Wapres mengatakan, ketika menjabat di kabinet pertama, pemerintah menerbitkan kebijakan KUR dengan bunga 10%. Tapi saat menjabat di kabinet kedua yang dipimpin Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, kebijakan KUR berubah dari bunga 10% menjadi 23%.

“Kebijakan ini yang membuat pengusaha besar semakin besar, pengusaha kecil semakin kecil karena bunganya 23%. Karena bagaimana yang kecil mampu bertahan,” tuturnya dalam penutupan Kongres Ekonomi Umat 2017 di Grand Sahid Jaya, Senin (24/4).

Berita lain : Lawan Provokasi Kerukunan, Ini Strategi Gubernur

Menurut JK, adalah sebuah kesalahan untuk menaikkan bunga dari 10% menjadi 23% dalam kebijakan KUR. Oleh karena itu, di Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo, bunga KUR kembali diturunkan menjadi 9%. Bahkan, kata dia, Bunga KUR akan kembali turun menjadi 7%.

“Itu satu kesalahan kezaliman yang terjadi menaikkan bungan KUR. Mungkin banyak akibatnya di mana bank kecil semakin maju, jauh lebih. Tapi di sisi lain rakyat tidak dapat layanan terbaik,” tandasnya. (Okezone.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *