Viral Kondisi Taman Geopark Merangin, Begini Tanggapan Disparpora

BERITA MERANGIN – Menjadi sorotan banyak media dan wartawan, kondisi wisata Geopark Merangin perlu perhatian. OPD terkait memberikan tanggapan.

Disparpora Merangin memberikan tanggapan khususnya Taman Siti Rahma di kawasan Geopark Merangin. Kadisparpora Merangin, Sukoso melalui Kepala UPT, Ary Aniko memberikan jawaban.

Pertama, soal kondisi taman yang tak terawat, bilangnya sudah ada petugas yang mereka tempatkan dari penjaga dan pembersih. Namun bilangnya, pekerja yang merupakan warga setempat tidak berjalan.

Taman yang menelan anggaran Rp 10 milyar dari APBN itu, lanjutnya, juga berdampak pada tanaman yang ada seperti durian dan duku mati.

Karena itulah, sejumlah kerusakan yang ada di taman karena pohon yang mati lalu menimpa bangunan yang ada.

“Waktu penyerahan, memang kondisinya begitu. Dalam keadaan rusak, pohon mati, listrik juga tidak ada,” katanya saat diruang kerjanya

Penyerahan Taman Geopark ini ke Disparpora Merangin pada Juli 2021 dari PUPR yang sebelumnya dari Dirjen Cipta Karya Balai Prasarana Pemukiman Wilayah Jambi.

Baca Juga : Kondisi Geopark Merangin Meresahkan, Kades Sangat Malu

Kondisi taman yang dibangun PT Mari Bangun Persada Spesialis itu tak hanya tak terurus, juga bermasalah soal listrik.

Ari bilang, pihaknya sudah berkoordinasi dengan PLN.

“Taman Siti Rahma, lampu tidak ada. Kami sudah berkoordinasi dengan PLN, habis Rp 45 juta,” katanya.

Sejauh ini, Ari mengatakan PAD dari Taman Geopark Merangin itu menyumbang Rp 5 juta hingga September.

Lantas, bagaimana dengan kebutuhan sinyal? Selain menjadi kebutuhan wisatawan, sinyal juga sangat dibutuhkan warga setempat.

Pasalnya, demi mendapatkan sinyal, warga setempat meninggal dunia usai diterkam harimau.

Terkait hal ini, Ari enggan berbicara banyak karena hal tersebut bukan kewenangan pihaknya.

Tapi Ari bilang, ada alat yang digunakan untuk mendapatkan sinyal di desa tersebut. Namun memang, katanya, jangkauan sinyal terbatas.

“Di taman ada sinyal. Tapi yang ada sekitar rumah kades, tower, seperti antena sekitar 15 meter,” katanya.

Namun saat puluhan wartawan berada di lokasi, sinyal bahkan tidak ada sama sekali di kediaman kades.

Ari bilang, untuk penilaian asesor Geopark Merangin nanti pihaknya menyediakan alat lain.

“Mungkin mobil Telkomsel akan datang saat tim asesor datang,” katanya.

Kemudian, Ia juga mengatakan jika Taman Siti Rahma ini tidak masuk dalam rangkaian penilaian.

“Tidak masuk dalam perjalanan assesor. Artinery,” katanya.

redaksi

Kontak kami di 0822 9722 2033 Email : Erwinpemburu48@gmail.com Ikuti Kami di Facebook, Instagram dan YouTube